
Ilustrasi: mata uang kripto, libra, bikinan Facebook. (Cnet)
JawaPos.com - Facebook rupanya benar-benar merambah bisnis mata uang kripto dengan mengenalkan libra. Libra ini nantinya bakal menyasar pengguna layanan Facebook, termasuk WhatsApp dan Instagram, untuk transaksi keuangan.
Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Cnet, Selasa (23/7), libra nantinya akan digunakan untuk membeli barang. Mata uang kripto ini juga bisa ditukar ke mata uang asli secara online atau melalui toko-toko offline. Bisa pula untuk mengirim uang ke sesama pengguna.
Libra ditargetkan bisa digunakan mulai 2020 mendatang. Namun, belum jelas apakah ketersediaannya serempak di seluruh dunia atau bertahap di beberapa negara terlebih dahulu.
Photo
Ilustrasi: dompet digital Calibra untuk menyimpan mata uang kripto, libra. (9to5mac)
Facebook juga menyediakan dompet digital bernama calibra. Pengguna bisa menyimpan mata uang libra dalam dompet digital calibra yang nantinya bakal tersemat di Facebook, WhatsApp, dan Instagram.
Menyangkut keamanan, Facebook mengklaim tidak akan mencampur data personal di Facebook dengan transaksi libra. Identitas pengguna disembunyikan seperti halnya bitcoin. Dengan begitu, pengguna bisa bertransaksi dengan nama samaran dan bebas dari penargetan iklan Facebook.
Dalam mengoperasikan libra, Facebook tak sendirian. Media sosial besutan Mark Zuckerberg ini membuat Libra Association dengan beberapa anggota seperti Visa, Mastercard, Paypal, eBay, Uber, Stripe, Lyft, Uber, hingga Spotify.
Photo
Libra Association. (Cnet)
Namun demikian, proyek Facebook tersebut rupanya banyak mendapat penolakan. Terutama dari pemerintah dan parlemen Amerika Serikat (AS). Parlemen AS telah meminta Facebook untuk menghentikan pengembangan mata uang kripto libra.
Bukan tanpa alasan, anggota parlemen AS menyatakan ketidakpercayaan mereka terhadap Facebook mengingat rekam jejak buruknya seputar privasi dan keamanan. Hal ini setelah terungkapnya skandal Cambridge Analytica. Selain itu, libra juga memunculkan kekhawatiran serius seperti untuk pencucian uang serta stabilitas keuangan.
Sementara itu, Kepala Cryptocurrency Facebook David Marcus menolak moratorium tersebut dan menyatakan bahwa perusahaan akan terus mengerjakan proyek tersebut. Dia memastikan akun pelanggan dan semua informasi keuangan tidak akan dibagikan dengan Facebook Inc. Sehingga pengguna libra tak perlu takut digunakan untuk target iklan.
Marcus juga mengatakan bahwa libra bukanlah alat investasi seperti saham dan obligasi. Melainkan hanya alat pembayaran yang mampu menjangkau lebih banyak pengguna. "Libra adalah alat pembayaran, bukan investasi. Jadi libra seperti uang tunai. Orang-orang akan menggunakannya untuk mengirim uang kepada anggota keluarga di negara lain, atau untuk melakukan pembelian," jelas Marcus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
