
Seorang perempuan terjebak di lift townhouse Manhattan, AS, tempat dia bekerja selama tiha hari. Ia terjebak di lift itu dari jumat hingga senin
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat ketakutan menyentuh permukaan benda. Di balik kondisi ini, industri dituntut memproduksi bisa meminimalisasi hidupnya virus atau bakteri di permukaan benda.
Vice Presiden PT Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan, virus korona bisa hidup pada permukaan logam hingga 72 jam, bahkan bisa lebih. Virus atau bakteri bisa hidup di permukaan benda karena terdapatnya celah pori-pori. "Virus itu membelah diri dan bisa bertahan lama," ungkap Stephanus Koeswandi kepada JawaPos.com, Selasa (31/1).
Pendapat Stephanus itu berdasar pada hasil studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine. Di jurnal itu disebutkan bahwa virus korona dapat bertahan pada permukaan benda, seperti logam, kaca, atau plastik hingga 9 hari.
Menurut Stephanus, hal itu membuat banyak orang cemas. Karena semakin tinggi peluang tertular karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi di tempat-tempat umum. Yakni, seperti rumah sakit dan transportasi publik.
Atas dasar itu, kata dia, pihaknya berupaya mencari solusi untuk melapisi logam agar pori-porinya tidak menjadi tempat hidupnya bakteri atau virus. Pada akhirnya didapatkan produk logam itu dilapisi dengan cairan antivirus khusus. Cairan itu dapat menutup pori-pori baja, sehingga virus tidak dapat berkembang biak di permukaan. "Saat ini terdapat Nexalume Antivirus dan Sakura Truss Avico," imbuh dia.
Dia mengklaim inovasi itu sebenarnya pernah diterapkan saat Hongkong, Tiongkok, dilanda wabah SARS pada 2002-2004 silam. Saat itu Tiongkok mencegah penyebaran virus dengan teknologi pelapisan baja dengan cairan antivirus untuk digunakan di transportasi umum seperti MRT, kereta, dan tempat umum lainnya.
Adapun lapisan antivirus diyakini bisa bertahan antara 5-10 tahun, tergantung keadaan lingkungan. Pada kondisi ekstrem, lapisan itu bisa bertahan 5 tahun dan tidak butuh perawatan lain.
Produk itu dianggap sangat cocok untuk diaplikasikan pada berbagai benda seperti meja rumah sakit, transportasi umum, perkantoran, rumah pribadi bahkan hingga benda-benda lain yang rawan dihinggapi virus, seperti gagang pintu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
