
Ban vulkanisir memiliki permukaan ulir yang tidak rapi
JawaPos.com - Banyak masyarakat kerap tertipu dengan ban baru yang sebenarnya merupakan ban daur ulang atau rekondisi. Biasanya ban ini laris manis di pasar karena harganya yang lebih murah. Namun kualitasnya mungkin jauh berbeda dengan ban bawaan asal pabrikan.
Konsumen harus jelih dengan mengenal perbedaan-perbedaan yang menonjol antara ban vulkanisir atau rekondisi dengan ban yang masih baru. Karena secara kasat mata dengan bungkusan yang terlihat agak rapi, para pemain ban bekas sudah dapat mengelabui pembeli.
Untuk itu, konsumen harus mengetahui ciri-ciri yang membedakan ban yang dijual tersebut ban baru asal pabrikan atau ban bekas yang sudah direkondisi. Berikut empat tips mengenal perbedaan ban vulkanisiryang beredar di pasar.
Pertama, tidak ada garis melingkar pada bagian telapak ban. Bisanya semua ban baru bawaan pabrikan memiliki garis pada bagian telapak yang melingkar penuh pada bagian ban dengan warna berbeda-beda. Jika tidak ada berarti itu ban bekas yang diperbaiki atau ban vulkanisir.
"Sebetulnya kita bisa melihat dari garis warna yang ada di ban tersebut. Kalau dibuka tidak ada garis warna ditelapaknya, itu dipastikan bukan ban baru," kata Brand Manager Corsa, Salomon Manalu, berbincang dengan wartawan di Plaza Senayan, Jakarta pada Kamis (22/11).
Kedua, ulir ban tidak rapi. Dalam proses membuat ban vulkanisir atau merekondisi ban biasanya ada proses perbaikan bagian ulir ban dengan caea di cungkil. Bisanya permukaan ulirnya rida rapi dan mulus seperti ban asli.
"Kita bisa lihat ulirnya itu. Apakah dia (ulir-red) mulus dan rapi atau tidak. Biasanya itu kan dicungkil ulang. Ketika dicungkil ulang itu gak rata gak rapi. Jadi secara fisik sudah kelihatan, bebernya.
Ketiga, Wrapping atau pembungkusnya sudah lecek. Kalau ban yang benar-benar baru berarti wappingnya masih bersih dan rapi. Tidak lecek, kusut atau kelihatan sudah tidak rapi. Jika bagian wrapping sudah terlihat tak mulus dan rapi berarti bungkusannya sudah pernah dipakai atau dibuka.
Keempat, harganya lebih murah dari standar pasar. Ban vulkanisir biasanya lebih murah dari ban bawaan pabrik. Hal ini karena mereka tidak memiliki cost atau ongkos produksi, jadi mereka biasa mematok harga lebih murah.
"Harganya pasti jauh lebih murah. Kalau ada yang nakal mungkin harganya beda tipis dengan ban baru. harga lebih murah karena mereka tak punya biaya produksi cuman diperbaiki," tukasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
