Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 03.37 WIB

Teknologi Uji Laboratorium kian Krusial, dari Pangan Aman hingga Produk Bebas Klaim Berlebihan

Jumpa pers Alvalab di acara pameran dagang laboratorium Indonesia di ICE, BSD, Tangerang Selatan. (Istimewa) - Image

Jumpa pers Alvalab di acara pameran dagang laboratorium Indonesia di ICE, BSD, Tangerang Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Perkembangan industri pangan, pertanian, hingga manufaktur menuntut standar keamanan dan kualitas yang semakin ketat. Di tengah dinamika itu, peran laboratorium tak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi fondasi penting dalam memastikan produk yang beredar benar-benar aman, akurat, dan sesuai regulasi.

Hal inilah yang coba dijawab oleh Alvalab melalui peluncuran lima layanan pengujian berbasis teknologi tinggi dalam ajang Lab Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan baru-baru ini.

Langkah ini diklaim mencerminkan pergeseran industri menuju pendekatan berbasis data dan presisi, terutama dalam menjawab tantangan keamanan pangan dan transparansi produk.

Head of Sales and Marketing Alvalab, Jonathan A. Widakdo, menyebut kebutuhan industri kini tak hanya soal kecepatan produksi, tetapi juga kepastian kualitas. “Akurasi, kecepatan, dan kepatuhan terhadap standar global menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujarnya di acara tersebut.

Salah satu layanan yang disorot adalah analisis residu pestisida. Pengujian ini penting karena paparan residu dalam bahan pangan, terutama rempah dan komoditas ekspor, dapat berdampak langsung pada kesehatan konsumen.

Dengan teknologi analitik mutakhir, pengujian mampu mendeteksi residu hingga level yang sangat rendah, bahkan pada bahan dengan struktur kompleks seperti kayu manis batang dan lada hitam.

Selain itu, pengujian umur simpan juga menjadi krusial di tengah maraknya produk olahan. Melalui metode seperti Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) dan Rancimat, produsen dapat memperkirakan daya tahan produk secara lebih cepat tanpa mengorbankan akurasi.

Hal ini disebut bukan hanya soal efisiensi industri, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, isu alergi pangan turut mendapat perhatian.

Dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay atau ELISA, laboratorium mampu mendeteksi jejak alergen dalam produk. Teknologi ini membantu mencegah risiko kesehatan serius akibat kontaminasi silang, terutama bagi konsumen dengan sensitivitas tinggi terhadap bahan tertentu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore