Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 19.24 WIB

Sebagai Pengguna Sering Merasa Dimata-matai? Bos Instagram Adam Mosseri Ungkap Alasannya

Ilustrasi: aplikasi Instagram - Image

Ilustrasi: aplikasi Instagram

JawaPos.com - ​Kekhawatiran lama bahwa perusahaan teknologi seperti Meta (Facebook) secara diam-diam merekam percakapan melalui ponsel pintar untuk menayangkan iklan bertarget kembali mencuat. Meskipun teori konspirasi ini sudah berlangsung lama, Adam Mosseri, Kepala Instagram, kembali menegaskan bahwa klaim ini tidak benar dan menjelaskan alasan di balik perasaan dimata-matai yang dialami banyak pengguna.

​Perusahaan telah lama membantah praktik ini. Dalam sebuah video Instagram, Mosseri menyebutkan bahwa merekam percakapan lisan akan menjadi pelanggaran privasi yang serius dan secara teknis akan menguras baterai ponsel dan mengaktifkan lampu indikator mikrofon.

​Lalu, mengapa banyak orang sangat yakin hal itu terjadi? Mosseri memberikan beberapa alasan utama mengapa iklan sering muncul untuk sesuatu yang baru saja dicari pada mesin pencari.

​Alasan yang paling jelas adalah pengguna mungkin sebelumnya sudah mencari produk tersebut atau mengunjungi situs webnya sebelum percakapan lisan dan kemudian melupakannya begitu saja. Pengiklan secara aktif berbagi informasi dengan platform media sosial tentang siapa yang mengunjungi situs mereka, memungkinkan mereka untuk menargetkan pengguna tersebut dengan iklan. 

“Jadi, jika Anda melihat suatu produk di situs web, pengiklan tersebut mungkin telah membayar kami untuk menghubungi Anda dengan iklan,” kata Mosseri seperti dikutip dari Techspot.

​Selain itu, Meta menampilkan iklan tidak hanya berdasarkan minat pengguna sendiri, tetapi juga berdasarkan minat teman dan orang-orang yang serupa dengan pengguna. ​Terdapat juga kemungkinan bahwa pengguna sudah melihat iklannya saat menggulir feed tetapi tidak menyadarinya secara sadar.

"Kita menggulir dengan cepat, kita menggulir iklan dengan cepat, dan terkadang kita menginternalisasi sebagian darinya, dan itu benar-benar memengaruhi apa yang kita bicarakan nanti,” ungkapnya. 

Terakhir, Mosseri mengakui bahwa kemunculan iklan yang relevan terkadang hanyalah kebetulan belaka, yang memang bisa terjadi.

​Meskipun Mosseri mengakui bahwa beberapa orang akan selalu tetap percaya mereka sedang direkam, perusahaan tampaknya tidak perlu menggunakan taktik spyware karena mereka sudah memiliki cara lain yang sah.

Namun, mengingat Meta minggu ini mengumumkan akan segera menggunakan percakapan osnggunat dengan asisten AI-nya untuk menayangkan iklan yang dipersonalisasi, tampaknya perusahaan tersebut tidak perlu menggunakan taktik mata-mata.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore