Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 05.50 WIB

Dampak Disrupsi AI, IMA Soroti Efisiensi hingga Regulasi di Intrigue MAdVerse Summit 2025

ILUSTRASI. AI membawa banyak disrupsi di berbagai sektor industri. (IT Brief Australia) - Image

ILUSTRASI. AI membawa banyak disrupsi di berbagai sektor industri. (IT Brief Australia)

JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian mengubah wajah banyak industri. Termasuk pemasaran. 

Dari pembuatan konten, produksi iklan, hingga strategi komunikasi, teknologi ini membuat proses lebih cepat, murah, dan kreatif. Namun di balik peluang besar, muncul pula tantangan baru: bagaimana menjaga relevansi budaya dan melindungi konsumen di tengah banjir konten berbasis AI.

Isu inilah yang mencuat dalam Intrigue MAdVerse Summit Jakarta 2025, konferensi pemasaran global yang digelar Salesgasm di Sunlake Hotel pada Kamis (21/8).

Indonesia Marketing Association (IMA) turut hadir sebagai association partner dengan mengirim 16 anggotanya untuk menyerap wawasan terbaru sekaligus memperluas jejaring lintas industri.

Dalam sesi 'Generative AI in Marketing—Innovation Beyond Automation', Ahmad Fairu Zabadi, dari IMA menyoroti percepatan adopsi AI dalam pemasaran. Ia memberi contoh konkret: film layar lebar bertema Pangeran Diponegoro yang diproduksi sepenuhnya menggunakan AI, hanya memakan biaya sekitar Rp 200 juta dan selesai dalam waktu sebulan.

“Disrupsi semacam ini menjadikan produksi konten dan iklan jauh lebih efisien. Tapi pertanyaannya: bagaimana agar tetap relevan dengan audiens lokal?” ujarnya.

Fairu menekankan strategi glokalisasi (konten global yang disesuaikan secara lokal) dan lokalisasi penuh sebagai kunci agar pesan berbasis AI tetap membumi. Tanpa itu, konten berisiko menjadi asing bagi pasar yang dituju.

Selain konten, ia menyoroti aspek regulasi. Menurutnya, Indonesia sebaiknya mengadopsi prinsip GDPR (General Data Protection Regulation) Eropa sebagai acuan perlindungan data. 

Ia juga mengusulkan kewajiban pelabelan 'AI' pada iklan komersial berbasis teknologi ini demi melindungi konsumen, terutama di tengah literasi digital masyarakat yang masih beragam.

Keterlibatan IMA di ajang ini menegaskan bahwa isu pemasaran modern tidak lagi sekadar tentang branding, melainkan juga menyangkut etika, perlindungan data, dan bagaimana teknologi Al diadaptasi agar tetap sesuai dengan kultur lokal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore