
Menaker Yassierli berswafoto usia menutup kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa).
JawaPos.com — Dalam rangka memperkuat daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda, terutama Generasi Z dan Milenial, untuk memperkuat daya saing agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Hal itu dapat dilakukan melalui konsep triple readiness, yakni kesiapan dalam penguasaan technical skills, soft skills, serta market entry readiness atau pemahaman terhadap dinamika pasar kerja.
Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat menutup kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Menurut Menaker, ketiga kesiapan tersebut menjadi krusial di tengah kondisi dunia kerja yang dipengaruhi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian global, persaingan internasional yang semakin ketat, hingga percepatan disrupsi teknologi. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk lebih adaptif agar tidak tertinggal sekaligus mampu memanfaatkan peluang baru yang muncul.
“Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills. Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” ujar Yassierli.
Ia juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia industri akibat perkembangan teknologi. Otomatisasi serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi telah mengubah cara industri beroperasi dan berkembang.
“Fenomena ini memicu lonjakan kebutuhan akan tenaga kerja berketerampilan tinggi (high-skilled labor). Perusahaan kini mencari SDM yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga mahir merancang, mengelola, dan berkolaborasi dengan sistem AI,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menaker menyampaikan bahwa delapan dari 11 keterampilan inti (core skills) yang diproyeksikan paling dibutuhkan pada 2030 justru berasal dari kategori human skills. Keterampilan ini menekankan kemampuan kognitif, sosial, dan pengelolaan diri yang menjadi keunggulan manusia di tengah perkembangan teknologi.
Delapan keterampilan tersebut meliputi Kepemimpinan dan Pengaruh Sosial (Leadership and Social Influence), Berpikir Analitis (Analytical Thinking), Berpikir Kreatif (Creative Thinking), Ketahanan, Fleksibilitas, dan Ketangkasan (Resilience, Flexibility, and Agility), Rasa Ingin Tahu dan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Curiosity and Lifelong Learning), Motivasi dan Kesadaran Diri (Motivation and Self-Awareness), Empati dan Mendengarkan Aktif (Empathy and Active Listening), serta Manajemen Talenta (Talent Management).
Kegiatan Sanlat yang digelar pada 7–8 Maret 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 300 peserta dari wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan ini.
Baca Juga:Jadi Tempat Menimba Ilmu dan Pengalaman, Menaker: Jembatan Lulusan Baru Masuk ke Dunia Kerja
Selain penguatan nilai dan karakter selama Ramadhan, peserta juga mendapatkan pengenalan berbagai bidang pelatihan vokasi. Beberapa bidang yang diperkenalkan antara lain refrigerasi, pengelasan, elektronika, pariwisata, hingga teknologi informasi yang difasilitasi oleh BBPVP Bekasi.
“Saya yakin konten Sanlat ini beda dengan Sanlat yang lain. Ini adalah Sanlat spesial karena adik-adik diarahkan untuk siap menghadapi Triple Readiness,” kata Yassierli.
Menaker berharap pola kolaborasi semacam ini dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain. Dengan demikian, pembinaan generasi muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan bekal nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
