Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Maret 2026 | 20.57 WIB

Hadapi Disrupsi Teknologi, Menaker Ajak Generasi Muda Perkuat Triple Readiness

Menaker Yassierli berswafoto usia menutup kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa). - Image

Menaker Yassierli berswafoto usia menutup kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa).

 JawaPos.com — Dalam rangka memperkuat daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda, terutama Generasi Z dan Milenial, untuk memperkuat daya saing agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. 

Hal itu dapat dilakukan melalui konsep triple readiness, yakni kesiapan dalam penguasaan technical skills, soft skills, serta market entry readiness atau pemahaman terhadap dinamika pasar kerja.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat menutup kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Menurut Menaker, ketiga kesiapan tersebut menjadi krusial di tengah kondisi dunia kerja yang dipengaruhi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian global, persaingan internasional yang semakin ketat, hingga percepatan disrupsi teknologi. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk lebih adaptif agar tidak tertinggal sekaligus mampu memanfaatkan peluang baru yang muncul.

“Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills. Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” ujar Yassierli.

Ia juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia industri akibat perkembangan teknologi. Otomatisasi serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi telah mengubah cara industri beroperasi dan berkembang.

“Fenomena ini memicu lonjakan kebutuhan akan tenaga kerja berketerampilan tinggi (high-skilled labor). Perusahaan kini mencari SDM yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga mahir merancang, mengelola, dan berkolaborasi dengan sistem AI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Menaker menyampaikan bahwa delapan dari 11 keterampilan inti (core skills) yang diproyeksikan paling dibutuhkan pada 2030 justru berasal dari kategori human skills. Keterampilan ini menekankan kemampuan kognitif, sosial, dan pengelolaan diri yang menjadi keunggulan manusia di tengah perkembangan teknologi.

Delapan keterampilan tersebut meliputi Kepemimpinan dan Pengaruh Sosial (Leadership and Social Influence), Berpikir Analitis (Analytical Thinking), Berpikir Kreatif (Creative Thinking), Ketahanan, Fleksibilitas, dan Ketangkasan (Resilience, Flexibility, and Agility), Rasa Ingin Tahu dan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Curiosity and Lifelong Learning), Motivasi dan Kesadaran Diri (Motivation and Self-Awareness), Empati dan Mendengarkan Aktif (Empathy and Active Listening), serta Manajemen Talenta (Talent Management).

Kegiatan Sanlat yang digelar pada 7–8 Maret 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 300 peserta dari wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan ini.

Selain penguatan nilai dan karakter selama Ramadhan, peserta juga mendapatkan pengenalan berbagai bidang pelatihan vokasi. Beberapa bidang yang diperkenalkan antara lain refrigerasi, pengelasan, elektronika, pariwisata, hingga teknologi informasi yang difasilitasi oleh BBPVP Bekasi.

“Saya yakin konten Sanlat ini beda dengan Sanlat yang lain. Ini adalah Sanlat spesial karena adik-adik diarahkan untuk siap menghadapi Triple Readiness,” kata Yassierli.

Menaker berharap pola kolaborasi semacam ini dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain. Dengan demikian, pembinaan generasi muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan bekal nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore