
Ilustrasi siber data. (pixabay)
JawaPos.com - Pasar keamanan siber mengalami peningkatan permintaan sebesar 28 persen per tahun hingga 2024. Hal ini didorong oleh meningkatnya serangan siber dan undang-undang perlindungan data yang baru.
Bahkan, pasar keamanan siber Indonesia yang bernilai USD 1,4 miliar pada 2024, diperkirakan akan mencapai USD 6,5 miliar pada 2032, sekaligus menciptakan permintaan mendesak akan solusi inovatif dan efisien biaya.
Adapun tantangan siber kian meningkat seperti adanya ransomware, malware, kompleksitas security operation, market cyber security, regulasi keamanan di berbagai sektor dan tren AI yang rentan terhadap ancaman keamanan. Alhasil, banyak perusahaan menghadapi tantangan dengan biaya kepemilikan total (TCO) yang tinggi dari platform virtualisasi tradisional.
“Perusahaan-perusahaan di Indonesia kini menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya ancaman siber, kebutuhan untuk memenuhi kepatuhan regulasi yang kompleks, serta keterbatasan anggaran TI,” kata Lie Heng, Direktur sebuah perusahaan teknologi, PT Synnex Metrodata Indonesia dalam keterangannya, Rabu (13/8).
Dengan ini, PT Synnex Metrodata Indonesia memberlakukan kemitraan strategis dengan Sangfor Technologies, pemimpin global dalam solusi cyber security dan cloud computing, untuk menyediakan solusi keamanan siber yang inovatif dan efisien untuk berbagai industri.
“Melalui kolaborasi strategis dengan Sangfor Technologies kami menghadirkan solusi end-to-end yang tidak hanya memperkuat keamanan siber dan modernisasi infrastruktur, tetapi juga tetap efisien dari sisi biaya, memberikan nilai lebih tanpa mengorbankan kualitas dan keandalan,” ungkap dia.
Sangfor Hyper-Converged Infrastructure (HCI) sendiri menawarkan arsitektur cloud generasi ketiga yang mengurangi Total Cost of Ownership (TCO) hingga 70 persen. Hal ini menyederhanakan operasional dan meningkatkan keamanan dengan mengintegrasikan komputasi, penyimpanan, dan jaringan.
Pengurangan biaya yang signifikan ini menjawab salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh para pengambil keputusan IT di Indonesia di berbagai sektor.
Kemitraan ini juga akan berfokus pada empat segmen industri utama yang mengalami kecepatan transformasi digital, yaitu sektor pemerintahan dalam memfasilitasi layanan pemerintah digital yang aman dan memenuhi persyaratan kepatuhan yang ketat serta kedaulatan data dan sektor ritel dalam mendukung pertumbuhan e-commerce dan transformasi digital.
Ketiga ada sektor jasa keuangan dan asuransi dalam melindungi dari ancaman siber keuangan yang canggih, serta sektor manufaktur dalam melindungi hak kekayaan intelektual dan rahasia dagang serta memastikan keamanan teknologi operasional.
Tentunya, langkah ini sejalan dengan inisiatif digitalisasi nasional Indonesia dan mendukung tujuan negara untuk menjadi pusat keamanan siber regional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022