Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 20.39 WIB

Microsoft Minta Karyawan Setop Pakai Android, Langsung Dikasih iPhone Gratis

Ilustrasi: Microsoft haramkan karyawannya pakai Android di Tiongkok. (Gizmochina) - Image

Ilustrasi: Microsoft haramkan karyawannya pakai Android di Tiongkok. (Gizmochina)

 
JawaPos.com - Microsoft membuat perubahan kebijakan yang signifikan bagi karyawan mereka di Tiongkok. Mulai September ini, iPhone akan diberikan secara gratis untuk menjadi perangkat wajib penunjang keperluan kerja, yang secara efektif melarang ponsel Android untuk mengakses sumber daya perusahaan.
 
Trust issue Microsoft terhadap sistem operasi atau OS Android menjadi alasannya. Memo internal yang diperoleh Bloomberg News menyebutkan masalah keamanan sebagai alasan utama perubahan ini. 
 
Dilansir via Gizmochina, inti masalahnya  terletak pada Google Mobile Services (GMS) yang tidak tersedia di daratan Tiongkok. Layanan ini sangat penting untuk aplikasi keamanan Microsoft seperti Microsoft Authenticator dan Identity Pass, yang kini wajib digunakan oleh semua karyawan.
 
 
Karena Google Play, toko aplikasi resmi untuk Android, tidak tersedia di Tiongkok, praktis hanya App Store milik Apple menjadi satu-satunya platform tempat aplikasi ini dapat diunduh dengan aman.
 
Untuk memudahkan transisi, Microsoft akan menyediakan iPhone 15 baru bagi setiap karyawan yang saat ini menggunakan ponsel Android. Perangkat ini akan tersedia untuk diambil di tempat pengambilan yang ditunjuk di seluruh Tiongkok. 
 
Penting untuk dicatat bahwa kebijakan ini hanya berlaku untuk ponsel kantor saja. Artinya, diluar keperluan pekerjaan, karyawan tetap dapat menggunakan perangkat Android pribadi mereka untuk berkomunikasi dengan keluarga, rekan atau relasi mereka.
 
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan siber menyusul serangan siber besar yang diyakini terkait dengan Rusia, yang berdampak pada beberapa lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) awal tahun ini. 
 
Sebagai tanggapan, Microsoft meluncurkan Secure Future Initiative, sebuah program komprehensif yang bertujuan untuk memperkuat protokol keamanannya. Perubahan kebijakan ini kemungkinan akan mengundang kontroversi mengingat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung antara AS dan Tiongkok.
 
Baru-baru ini, badan-badan pemerintah Tiongkok juga telah mendesak karyawan untuk menghindari penggunaan perangkat asing di tempat kerja karena masalah keamanan yang serupa. Selain itu, AS telah memberlakukan beberapa sanksi ketat terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di dalam wilayahnya.
 
Keputusan Microsoft untuk mewajibkan penggunaan iPhone bagi stafnya di China menyoroti kompleksitas dalam beroperasi di pasar dengan akses terbatas ke perangkat lunak dan layanan tertentu. Meskipun perusahaan memprioritaskan keamanan, langkah ini secara tidak sengaja juga memicu persaingan teknologi yang sedang berlangsung antara AS dan Tiongkok.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore