Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2023 | 19.10 WIB

Hati-hati, Marak Kejahatan Scam di WhatsApp Menggunakan Nomor Asing

ilustrasi: Waspada banyak kejahatan scam di WhatsApp menggunakan nomor asing. (WeLiveSecurity).

JawaPos.com - Penipu selalu mencari cara baru untuk mengelabui korban yang lengah dan tidak waspada. Tampaknya, mereka telah menemukan metode penipuan baru melalui WhatsApp, salah satu platform perpesanan instan paling populer di dunia saat ini.
 
Baru-baru ini, semakin banyak pengguna WhatsApp melaporkan telah menerima panggilan dan panggilan video yang tidak diinginkan dari nomor internasional yang tidak dikenal. Terutama, nomor ini diketahui berasal dari negara lain di Asia Tenggara.
 
Panggilan ini sering datang dengan kode area +84 (Vietnam), +62 (Indonesia), dan +223 (Mali). Modus ini diketahui merupakan kejahatan scamming. Namun perlu dicatat, scammer tidak selalu melakukan panggilan ini dari negara-negara tersebut. 
 
 
Mereka bisa menggunakan SIM dan nomor telepon dari mana saja di dunia. Sayangnya, penipuan ini bisa sangat meyakinkan dan dapat menyebabkan orang kehilangan uang atau data pribadi.
 
Di media sosial seperti Twitter, banyak pengguna membagikan pengalamannya. Kebanyakan dari mereka mendapat pesan dari nomor internasional seperti yang disebutkan sebelumnya. 
 
Pengirim menyamar sebagai pencari kerja dari Vietnam. Pekerjaan itu menawarkan pembayaran untuk setiap "Like" di video YouTube. Ini adalah penipuan populer yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. 
 
 
Dilansir via MySmartPrice, penipu kemudian meminta korban untuk memasang aplikasi jahat atau bergabung dengan saluran Telegram. Korban akan diminta untuk berinvestasi di saham dan mata uang kripto.
 
Penting untuk menghindari menjawab panggilan atau pesan dari nomor tak dikenal dengan awalan internasional. Hal ini karena dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan atau kehilangan data pribadi. 
 
 
Sebaliknya, selalu verifikasi identitas orang tersebut sebelum terlibat dalam percakapan apa pun. Jika Anda tidak yakin siapa peneleponnya, selalu lebih baik untuk berhati-hati dan tidak menanggapi.
 
Juga, laporkan penipuan ini ke pihak berwenang. Mereka dapat mencegah bahaya lebih lanjut kepada orang lain. Semakin banyak orang melapor, penegakan hukum akan semakin baik. Mereka dapat menyelidiki dan menutup operasi ini.
 
Kesimpulannya, penting untuk tetap waspada dan melindungi diri Anda dari jenis penipuan ini. Jangan tertipu oleh penipu yang mengaku sebagai pencari kerja atau menjanjikan uang dengan mudah. 
 
 
Selalu verifikasi identitas orang tersebut sebelum terlibat dalam percakapan apa pun. Dan jangan pernah memberikan informasi pribadi atau keuangan kecuali Anda benar-benar yakin aman untuk melakukannya. 
 
Dengan tetap mendapat informasi dan mengambil tindakan pencegahan, Anda dapat melindungi diri dari menjadi korban penipuan ini. Dan jaga keamanan informasi pribadi dan keuangan Anda.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore