
Ilustrasi: Hacker mengintai data publik. (Palmetto Technology Group).
JawaPos.com - Belakangan trust issues terhadap layanan perbankan banyak bermunculan. Selain uang, bank memegang banyak data penting nasabah dan pengguna lainnya. Terlebih sekarang banyak bank juga menawarkan solusi dan platform digital lainnya.
Melihat pesatnya kemajuan layanan perbankan saat ini, tak heran kalau bidang ini menjadi bidikan para pelaku kejahatan. Termasuk yang sekarang banyak mengincar perbankan adalah pelaku kejahatan siber atau hacker.
Perbankan yang sekarang menawarkan layanan online sendiri bisa aman ketika teknologi bank yang sudah secure di bagian belakang bertemu dengan konsumen yang juga waspada di bagian depan. Sebagai pemegang akun, Anda memiliki peran untuk memastikan akun Anda terlindungi.
Di bagian belakang, bank dan serikat kredit menggunakan kebijakan untuk menjaga keamanan akun nasabah mereka yang sekarang banyak aktif di layanan online. Tindakan standar meliputi penggunaan perlindungan anti-virus dan firewall pada komputer bank, pemantauan penipuan, dan enkripsi situs web, yang mengacak data sehingga hanya penerima yang dituju yang dapat membacanya.
Untuk bisa tetap aman menggunakan layanan perbankan di tengah massifnya perkembangan digital saat ini, berikut beberapa hal yang bisa diikuti:
Pilih Bank Terpercaya
Pertama, yang bisa dilakukan oleh nasabah atau calon nasabah adalah memilih institusi perbankan terpercaya. Terpercaya di sini meliputi banyak faktor seperti menggunakan keamanan standar industri.
Hal ini menjamin pengguna atau nasabah terlindung dan didukung oleh teknologi canggih, seperti langkah-langkah yang disebutkan di atas: firewall, pemantauan penipuan, dan enkripsi situs web. Fitur keamanan mungkin diuraikan di situs web bank atau cetakan kecil.
Baca dan pelajari dengan teliti. Jika Anda kesulitan menemukan informasi tersebut, hubungi langsung bank tersebut.
Gunakan Autentikasi Multifaktor
Selanjutnya, yang juga sering kami ingatkan, saat aktif di platform digital, apapun, termasuk perbankan. Kita wajib menggunakan autentikasi multifaktor.
Saat masuk atau mendaftar layanan perbankan, alih-alih hanya meminta nama pengguna dan kata sandi, lembaga keuangan akan meminta Anda untuk memberikan informasi, atau faktor lain, untuk memverifikasi diri Anda sendiri.
Itu bisa berupa kode sandi unik yang dikirim ke ponsel cerdas Anda sebagai pesan teks, atau bahkan sidik jari Anda sendiri. Intinya adalah, ini adalah lapisan lain yang tidak semudah mencuri kata sandi.
Untungnya, sekarang banyak bank yang menawarkan fasilitas digital yang lebih besar dan lembaga tradisional dengan akun online mematuhi standar ini, sehingga mudah untuk menemukan bank yang aman. Tinggal kitanya sendiri, mau menggunakan pengaman multifaktor atau tidak.
Jangan Mengakses Layanan Perbankan Digital dengan WiFi Publik

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
