Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Februari 2022 | 17.09 WIB

Motor Injeksi Mati Saat di Gas, Bisa Jadi Gara-gara Ini

Ilustrasi: Perbaikan sepeda motor. (Wetshore Marine & Leisure). - Image

Ilustrasi: Perbaikan sepeda motor. (Wetshore Marine & Leisure).

JawaPos.com - Sepeda motor dengan teknologi pembakaran injeksi pengoperasiannya dikenal lebih mudah dibanding karburator. Meski lebih simpel, namun ada beberapa masalah yang kerap hadir pada motor injeksi misalnya tiba-tiba mati saat digas.

Penyebab motor injeksi mati saat di gas pun cukup variatif. Jika Anda mengalaminya, cobalah untuk tidak panik dan pinggirkan motor terlebih dahulu. Terlebih apabila sedang dalam perjalanan, tentunya membawa motor ke bengkel terdekat merupakan keputusan tepat.

Dilansir dari laman resmi Suzuki, ada beberapa macam penyebab motor injeksi mati saat di gas. Pertama, bisa jadi saringan udara terlalu kotor.

Saringan udara ini berfungsi untuk memfilter udara dari debu dan kotoran yang bisa masuk ke dalam mesin. Komponen ini memungkinkan udara yang masuk ke ruang pembakaran lebih bersih karena sudah disaring.

Kemudian, yang mungkin terjadi selanjutnya adalah tangki bahan bakar tersumbat. Bahan bakar kendaraan motor tersimpan dalam sebuah tangki yang tertutup rapat. Namun, bukan berarti benda tersebut memiliki sirkulasi udara di dalamnya.

Jika diperhatikan lebih teliti, sebenarnya pada tutup tangki bisa ditemukan lubang kecil. Lubang tersebut berfungsi menjaga tekanan udara di dalam tangki tetap lancar. Apabila lubang tersebut tertutup, otomatis bensin tidak bisa tersalur ke ruang bahan bakar. Tak heran jika akhirnya motor berhenti tiba-tiba ketika Anda berada di jalan.

Sebenarnya, hal ini memang tidak hanya terjadi pada motor injeksi, namun jenis motor lainnya juga. Lalu, bagaimana bisa lubang sirkulasi tersebut bisa tersumbat? Penyebab umumnya adalah karena lubang kecil tertutup oleh kotoran atau debu.

Mengingat ukurannya yang memang sangat kecil, maka memang rentan tersumbat. Biasanya endapan pasir juga sangat mungkin menutupnya sehingga membuat motor bermasalah ketika hendak dinyalakan.

Untuk mengatasinya, tutup tangki memang harus dibongkar terlebih dahulu menggunakan lap atau sikat hingga ventilasi kecilnya terbuka kembali.

Kemudian, yang mungkin lupa adalah bensin habis. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa tangki bensin dalam keadaan sekarat sehingga menjadi penyebab motor injeksi mati saat di gas. Pemilik kendaraan memang seringkali tidak mengetahui bahan bakar habis karena beberapa alasan.

Biasanya, ini karena indikator level BBM memang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, kelalaian karena lupa juga bisa menjadi penyebabnya atau bisa juga karena busi mati.

Jika busi rusak atau melemah, motor jadi terasa berat ketika di gas bahkan mati mendadak. Jika hal ini terjadi, komponen tersebut harus dilepas untuk diperiksa lebih lanjut.

Namun, melepas busi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Anda harus memastikan kondisi mesin motor sudah tidak terlalu panas. Jika tidak memperhatikan suhu mesin, maka bukan tidak mungkin akan memperparah kerusakan komponen.

Busi yang dilepaskan ketika mesin masih panas berpotensi membuat bagian lubangnya cepat aus. Jika mesin sudah sejuk, gunakan kunci busi untuk mencopotnya. Apabila kondisi busi sudah menghitam pekat, maka sudah seharusnya diganti.

Faktor BBM yang digunakan berkualtias jelek juga bisa membuat sepeda motor mati mendadak. Jadi, perhatikan juga kualitas BBM dan hanya gunakan sesuai yang dianjurkan.

Kemudian, yang paling parah, bisa jadi karena mesin overheat atau terlalu panas yang ternyata juga bisa membuat motor mati mendadak. Overheat biasanya terjadi karena sirkulasi oli di dalam mesin tidak mengalir dengan baik. Hal ini membuat bagian pistonnya kering sehingga mesin menjadi lebih panas.

Jika panasnya sudah berlebihan, maka Anda akan mendapati motor tiba-tiba berhenti. Oleh karena itu, sebaiknya diamkan motor terlebih dahulu sampai mesinnya sejuk. Jangan lupa mengecek kondisi oli karena berpotensi sudah berkurang.

Dan, apabila motor injeksi yang Anda gunakan sudah mencapai usia 5 tahun atau jarak tempuhnya sudah 50.000 KM, maka perhatikanlah kualitas injektornya. Tidak sedikit pemilik kendaraan bermotor yang justru menyepelekan service rutin.

Padahal, tindakan tersebut bisa memperpanjang usia motor. Adapun perawatan injektor disarankan dilakukan setiap 10.000 KM jarak tempuh. Jika sudah melakukannya dengan baik, fungsi injektor akan berjalan dengan baik.

Ketepatan debit penyemprotan bahan bakar akan tetap terjaga. Tidak hanya itu, berbagai kotoran yang mengkontaminasinya pun bisa dibersihkan. Jika mesin injektor rusak atau kotor, tarikan motor akan terasa sulit.

Jika intensitasnya sudah parah, maka motor injeksi akan sering mati. Tentunya, hal ini akan sangat merepotkan jika Anda sedang dalam perjalanan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore