Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2023 | 13.49 WIB

Berantas Peniruan Identitas, YouTube Perketat Aturan Akun Penggemar

Ilustrasi: YouTube. - Image

Ilustrasi: YouTube.

JawaPos.com - Media sosial sebagian besar berpusat di sekitar akun penggemar, terutama untuk selebritas dan idola. Tetapi orang mungkin berpendapat bahwa itu adalah ide yang buruk untuk tujuan peniruan. Hal itu karena mereka mengaburkan batas antara representasi asli dan peniruan, yang menyebabkan potensi kesalahpahaman dan hal ini berpotensi bahaya.

Meski akun penggemar dibuat untuk menunjukkan dukungan dan kekaguman kepada figur publik, mereka sering kali meniru gaya, konten, dan bahkan nama pengguna mereka, yang dapat menyesatkan orang lain sehingga percaya bahwa mereka berinteraksi dengan orang yang sebenarnya. Hal ini dapat mengakibatkan informasi yang salah, ekspektasi yang salah, dan bahkan pelanggaran privasi. Ini juga bisa menyebabkan kebingungan dan kesusahan baik bagi figur publik maupun pengikutnya.

Untuk memberantas hal tersebut, taksasa teknologi YouTube tampaknya selaras dengan kebijakan yang sama karena dalam pengumuman baru-baru ini. Perusahaan telah menyatakan akan lebih ketat dengan akun penggemar karena alasan yang sama.

Mulai 21 Agustus, mereka yang menjalankan akun penggemar di YouTube harus menunjukkan dengan jelas bahwa saluran atau channel mereka tidak berafiliasi dengan artis, kreator atau merek asli. Mereka hanya bisa menambahkan "akun penggemar" ke deskripsi channel tidak lagi cukup. Dilansir via Engadget, pedoman baru ini adalah bagian dari perubahan YouTube yang lebih luas untuk memerangi peniruan identitas di platform.

Channel yang secara palsu mengklaim sebagai akun penggemar sambil menyalin konten saluran lain atau sangat mirip dengan sedikit perubahan nama akan dilarang. Selain itu, pengguna tidak akan diizinkan untuk berpura-pura menjadi orang lain saat meninggalkan komentar di video atau meniru saluran yang ada.

Dengan menegakkan pedoman ini, YouTube bertujuan menindak peniru identitas dan melindungi pemirsanya. Platform berharap langkah-langkah ini akan mencegah pemirsa disesatkan oleh saluran yang berinteraksi dengan mereka, memastikan kejelasan dan transparansi.

Selain itu, para kreator juga akan mendapat manfaat dari aturan baru yang lebih ketat ini. Para kreator akan dilindungi dari penyalahgunaan nama dan rupa mereka untuk tujuan jahat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore