JawaPos.com - Dalam pengumuman baru-baru ini, TSMC (Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan) mengonfirmasi bahwa mereka telah menjadi korban serangan dunia maya, yang mengakibatkan pelanggaran data. Perusahaan mengakui bahwa beberapa data telah bocor, tetapi meyakinkan publik bahwa informasi pelanggan tetap aman.
Dilansir dari BleepingComputer, Senin (3/7), operasi bisnis TSMC diklaim tidak terpengaruh oleh insiden tersebut. Menurut juru bicara TSMC, pelanggaran keamanan siber terutama terkait dengan penyiapan dan konfigurasi server awal.
TSMC adalah salah satu produsen semikonduktor terbesar di dunia, dengan produknya digunakan di berbagai perangkat, termasuk smartphone, komputasi performa tinggi, perangkat Internet of Things (IoT), otomotif, dan elektronik konsumen digital.
Sebelumnya, LockBit membantah telah diretas setelah geng ransomware LockBit menuntut USD 70 juta atau sekitar Rp 1 triliun lebih untuk tidak merilis data yang dicuri. Namun sekarang, perusahaan segera menanggapi insiden tersebut dengan menghentikan pertukaran data dengan pemasok yang terlibat, mengikuti protokol keamanan yang kuat dan prosedur operasi standar.
Kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden keamanan tersebut adalah LockBit, sebuah organisasi pemerasan yang terkenal kejam. LockBit telah menerbitkan data yang dicuri di situs webnya dan menuntut uang tebusan yang sudah disebutkan di atas
Jika TSMC menolak untuk mematuhinya, LockBit mengancam akan merilis kata sandi dan informasi masuk yang terkait dengan data yang dicuri. TSMC juga telah memperjelas bahwa data yang disusupi berasal dari Kinmax Technology, penyedia layanan yang menawarkan solusi TI seperti jaringan, komputasi awan, penyimpanan, dan manajemen basis data ke TSMC.
"TSMC baru-baru ini mengetahui bahwa salah satu pemasok perangkat keras TI kami mengalami insiden keamanan siber yang menyebabkan kebocoran informasi terkait penyiapan dan konfigurasi awal server," kata juru bicara TSMC.
Sementara TSMC tetap berkomitmen untuk menyelesaikan situasi tersebut, TSMC juga bekerja sama dengan otoritas terkait dan pakar keamanan siber untuk menyelidiki insiden tersebut lebih lanjut.
Sebagai salah satu produsen semikonduktor terkemuka di dunia, pelanggaran keamanan TSMC menimbulkan kekhawatiran dalam industri teknologi. Insiden tersebut berfungsi sebagai pengingat nyata akan ancaman yang berkembang yang dihadapi oleh organisasi, menyoroti pentingnya langkah-langkah keamanan siber yang kuat.
Tanggapan cepat TSMC dalam menghentikan pertukaran data dengan pemasok menunjukkan komitmennya untuk mengamankan operasinya dan melindungi informasi pelanggan. Dedikasi perusahaan untuk mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan tidak diragukan lagi akan berperan penting dalam menyelesaikan pelanggaran ini dan mencegah insiden serupa pada masa mendatang.