
Oleh: Dr. Dewa Ayu Kadek Claria, S.S.,M.Hum. (Istimewa).
DI TENGAH perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang semakin cepat, cara masyarakat menggunakan bahasa juga ikut berubah. Percakapan yang dahulu berlangsung dengan mempertimbangkan usia, kedudukan, serta hubungan antara penutur dan lawan tutur kini semakin sering digantikan dengan bentuk komunikasi yang singkat, praktis, dan informal.
Perubahan ini memang tidak dapat dihindari. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada satu hal yang perlu mendapat perhatian serius, yaitu semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah, terutama bentuk-bentuk bahasa yang mengandung nilai kesopanan dan penghormatan.
Bahasa daerah bukan hanya alat untuk menyampaikan pesan. Di dalamnya tersimpan identitas, sejarah, cara berpikir, dan nilai sosial suatu masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat pada bahasa Bali melalui sistem Sor Singgih Basa.
Sistem ini mengajarkan penutur untuk memilih kata sesuai dengan siapa yang diajak berbicara, bagaimana hubungan sosial di antara keduanya, dan dalam situasi seperti apa komunikasi berlangsung. Hal yang hampir serupa juga ditemukan dalam bahasa Jepang melalui sistem Keigo. Keduanya sama-sama memiliki fungsi penting dalam menyampaikan rasa hormat, kesopanan, serta menjaga hubungan sosial.
Persoalannya, generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan komunikasi yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi Z tumbuh bersama media sosial, aplikasi percakapan, dan berbagai platform digital yang mendorong komunikasi cepat, ringkas, dan cenderung informal. Kondisi tersebut membuat bentuk bahasa yang dianggap panjang atau rumit semakin sering disederhanakan.
Dalam artikel Honorific Communication Among Generation Z: A Comparative Study of Syntactic Features in Japanese Keigo and Balinese Sor Singgih oleh Claria, dkk (2026), ditemukan bahwa generasi Z masih memahami pentingnya komunikasi yang sopan, tetapi dalam praktiknya mereka cenderung memilih bentuk yang lebih sederhana dan melakukan adaptasi terhadap struktur bahasa kesopanan tradisional.
Fenomena tersebut patut menjadi perhatian. Penyederhanaan bahasa pada dasarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk karena bahasa memang selalu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Namun, masalah muncul ketika penyederhanaan berujung pada hilangnya pengetahuan mengenai bentuk-bentuk bahasa yang mengandung nilai budaya.
Jika generasi muda hanya mengenal bentuk bahasa sehari-hari yang sederhana tanpa memahami tingkatan kesopanannya, lambat laun kekayaan bahasa daerah dapat kehilangan salah satu fungsi sosialnya yang paling penting.
Dalam bahasa Bali, misalnya, bentuk seperti titiang digunakan sebagai bentuk yang lebih sopan dibandingkan tiang. Begitu pula penggunaan kata Ida untuk merujuk secara hormat kepada seseorang dalam konteks tertentu. Pemilihan kosakata semacam ini bukan hanya persoalan benar atau salah secara linguistik, tetapi juga menunjukkan sikap penutur terhadap lawan bicaranya.
Penelitian menunjukkan bahwa Sor Singgih lebih banyak menampilkan penghormatan melalui pilihan kosakata dan tingkatan tutur, sementara bahasa Jepang melalui Keigo banyak memanfaatkan perubahan bentuk kata kerja dan struktur gramatikal.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
