Hal tersebut malah akan menguntungkan pelaku kejahatan dengan terciptanya persoalan hukum di antara penegak hukum. Mereka makin leluasa menjalankan aksi jahatnya.
Penulis juga melihat, adanya hakim pemeriksa pendahuluan lebih dapat diterima secara logika/penalaran hukum demi efektivitas dan efisiensi suatu penegakan hukum. Penyebabnya, penanganan suatu perkara tentu membutuhkan biaya yang perlu dikalkulasi secara ekonomis, termasuk ketepatan waktu penanganan perkara.
Karena itu, revisi KUHAP tidak boleh dilakukan secara serampangan dan emosional. Wallahua’lam bishawab. (*)
*) HERY FIRMANSYAH, Akademisi; advokat

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
