Tren penurunan daya beli masyarakat terjadi karena kondisi struktural perekonomian. Mulai kondisi industri padat karya yang makin merana, peningkatan jumlah tenaga kerja dari sektor formal ke sektor informal, hingga stagnansi pendapatan masyarakat. Kelas menengah yang selama ini diandalkan sebagai penopang utama sektor manufaktur justru banyak yang tumbang dan turun status menjadi orang miskin baru.
Ke depan, kombinasi antara pelonggaran kebijakan moneter dan stance kebijakan makroprudensial yang relatif longgar diharapkan mampu mendorong permintaan kredit perbankan dan mendukung fungsi intermediasi perbankan pada sektor riil. Namun, kunci untuk memastikan agar daya beli kembali meningkat dan aktivitas sektor riil kembali bangkit, tak pelak, adalah konsistensi dan transisi pemerintahan yang aman. (*)
*) BAGONG SUYANTO, Dekan dan guru besar sosiologi ekonomi FISIP Universitas Airlangga

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
