Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 22.11 WIB

Selebriti dalam Pusaran Politik

Iding Rosyidin - Image

Iding Rosyidin

Pada kenyataannya, suara kaum selebriti di Taiwan tidak mendapatkan respons positif dari publik. Sebaliknya, mereka justru dihina dan dicemooh. Bahkan, fans-fans yang semula mendukungnya kemudian berbalik arah dan ikut mengkritiknya. Akibatnya, suara mereka tidak memberikan kontribusi apa pun. DPP tetap keluar sebagai pemenang pemilu untuk kali ketiga secara berturut-turut.

Hal itu menunjukkan bahwa keterlibatan selebriti dalam politik Taiwan dengan dua model di atas tidak berpengaruh terhadap publik. Rasionalitas para pemilih di Taiwan agaknya tidak mudah tergoyahkan oleh hal-hal yang tidak substansial. Bahkan, untuk kasus politik uang (vote buying) pun, seperti terungkap dalam obrolan dengan elite politik di sana, mereka tidak mudah tergoda.

Oleh karena itu, keterlibatan selebriti dalam politik di Indonesia, menurut hemat penulis, cukup memprihatinkan. Pasalnya, semakin banyak selebriti yang terjun ke dalam politik tanpa memiliki kapasitas dan pengalaman politik sama sekali, yang notabene akan banyak mendapatkan resistansi dari publik. Kasus Marshel sebenarnya mengonfirmasi secara jelas kecenderungan tersebut. (*)


*) Iding Rosyidin, Wakil Dekan Akademik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Politik (Apsipol) Indonesia

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore