Pengamat masalah kesehatan dan ekonomi, juga profesor di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Raymond R. Tjandrawinata.
Oleh: Prof. Raymond R. Tjandrawinata
Pada bulan Agustus 2023 World Competitiveness Ranking 2023 mengumumkan bahwa peringkat daya saing Indonesia naik dari rangking 44 pada tahun 2022 menjadi 34 pada 2023 dari total 64 negara di seluruh dunia. Di tengah masa pemulihan pascapandemi dan ketidakpastian global, peringkat Indonesia pada 2023 bisa mengalami peningkatan yang signifikan dari posisi tahun sebelumnya.
Pada tingkat Asia Pasifik, Indonesia berada pada posisi 10 dari 14 negara, di atas Jepang, India, dan Filipina. Hal ini tentunya berita yang sangat menggembirakan, dimana sebagian kerja dari peningkatan daya saing Indonesia tidak luput dari peran sains dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Terdapat korelasi positif yang kuat antara daya saing suatu negara dan jumlah ilmuwan yang dimilikinya. Artinya, negara-negara yang memiliki lebih banyak ilmuwan cenderung lebih kompetitif dalam perekonomian global.
Ada sejumlah contoh negara yang menjadi lebih kompetitif berkat investasi mereka di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya saja Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang merupakan negara-negara Asia yang maju karena ilmu pengetahuan dan teknologinya. Terdapat korelasi yang kuat antara daya saing suatu negara dan jumlah saintis yang dimilikinya.
Dunia memerlukan lebih banyak saintis
Negara-negara yang ingin bersaing dalam perekonomian global perlu berinvestasi pada saintis dan insinyurnya. Para saintis berada di garis depan dalam memperluas pemahaman kita tentang alam, mulai dari partikel terkecil dalam fisika hingga seluk-beluk sistem biologis.
Semakin banyak saintis berarti semakin banyak pikiran yang berdedikasi untuk mendorong batas-batas pengetahuan dan membuat penemuan-penemuan inovatif. Di samping itu, adalah tugas saintis untuk meningkatkan daya saing suatu negara:
Singkatnya, dunia membutuhkan lebih banyak saintis untuk mendorong inovasi, mengatasi tantangan global, dan berkontribusi terhadap perbaikan masyarakat. Saintis memainkan peran penting dalam membentuk masa depan dengan memperluas pengetahuan, mendorong kemajuan teknologi, dan menemukan solusi terhadap permasalahan yang mendesak.
Kemajuan ilmu pengetahuan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan investasi dalam penelitian ilmiah dapat mengarah pada pengembangan industri baru, penciptaan lapangan kerja, dan perekonomian global yang lebih kompetitif.
Sistem pendidikan untuk mencetak lebih banyak saintis
Persiapan untuk dunia yang lebih kompleks secara ilmiah dan teknologi membutuhkan pendidikan terbaik. Mulai di taman kanak-kanak, anak-anak harus belajar bagaimana berpikir kritis, mensintesis informasi secara akurat, dan memecahkan masalah secara kreatif.
Mereka juga membutuhkan keterampilan-fasilitas baru dengan komputer, kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan semua media yang tersedia, dan keakraban dengan sains dan teknologi yang membentuk fondasi dunia modern.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
