
Photo
GENERASI muda zaman now banyak yang tidak tahu mengapa setiap 22 Desember dirayakan sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu baru diputuskan oleh Presiden Soekarno pada 1959 atau 31 tahun setelah berlangsungnya Kongres Perempuan I di Jogjakarta pada 1928. Jadi, selama itu pula, tidak ada peringatan apa pun untuk mengenang berlangsungnya kongres tersebut.
Pada 22 hingga 25 Desember 1928, di Ndalem Joyodipuran, Jogjakarta, terjadi peristiwa yang luar biasa. Kaum perempuan pribumi, sebanyak kurang lebih 600 orang, tergabung dalam berbagai perkumpulan seperti Putri Indonesia, Wanita Katholik, Wanita Utomo, Wanita Mulyo, Aisyiyah, Darmo Laksmi, dan Wanita Taman Siswa.
Di samping itu, ada organisasi-organisasi yang bersimpati kepada mereka, yaitu Jong Islamieten Bond, Jong Java, Sarekat Islam, dan lain-lain. Mereka semua hadir dalam pertemuan yang disebut sebagai Kongres Perempuan Yang Pertama di kota itu.
Kongres Perempuan I itu diilhami oleh Kongres Pemuda yang diselenggarakan tiga bulan sebelumnya di Batavia, tepatnya pada 28 Oktober 1928. Pada waktu itu lahirlah Sumpah Pemuda.
Kaum perempuan negeri ini telah bangkit! Zaman memang telah berubah. Tapi, penjajahan bangsa Belanda terhadap rakyat negeri ini masih tetap berlangsung. Dan, gejolak kaum pergerakan (de beweging) rupanya sulit untuk dibendung.
’’Zaman sekarang adalah zaman kemajuan. Sudah saatnya kita semua menjunjung tinggi derajat kaum perempuan, agar supaya mereka tidak sekadar menjadi kanca wingking (pelengkap rumah tangga) saja. Selain memang harus menjadi orang nomor satu dalam urusan dapur, kita juga harus memiliki keyakinan bahwa kaum lelaki dan perempuan itu sejajar dalam kehidupan berumah tangga. Artinya, perempuan itu tidak harus menjadi lelaki. Perempuan tetaplah perempuan. Namun, derajatnya harus sama dengan kaum lelaki. Jangan sampai kaum perempuan direndahkan derajatnya seperti pada zaman dulu!”
Yang berbicara dengan suara lantang itu adalah Raden Ayu Sukonto, ketua kongres. Dia didampingi oleh dua orang tokoh wanita, yaitu Nyi Hajar Dewantara serta Suyatin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
