
Photo
BERITA mengenai crazy rich kini menjadi trending karena dua kasus besar yang akhir-akhir ini mencuat. Dua kasus tersebut menyangkut nama Indra Kenz dan Doni Salmanan yang dikenal melalui media sosial sebagai figur publik yang sangat kaya raya, muda, dan sukses. Media tulis, televisi, maupun media sosial tidak henti-hentinya memberitakan, mulai saat proses dugaan sampai menjadikan tersangka. Bahkan pemanggilan orang-orang yang berhubungan dengan keduanya.
Kasus Indra Kenz bermula dari penetapan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan lewat investasi bodong aplikasi Binomo, dugaan judi online, penyebaran hoaks, penipuan, hingga tindak pidana pencucian uang/TPPU (Jawa Pos, 10/3/2022). Sementara itu, Doni Salmanan diduga melakukan penipuan investasi opsi biner Quotex (Jawa Pos, 11/3/2022). Opini Jawa Pos tulisan Radius Setiawan (17/3/2022) juga telah mengupasnya dengan topik crazy rich dan aspek gelembung citra.
Fenomena orang kaya sebenarnya bukan hal baru. Dulu orang-orang kaya itu biasanya diketahui setelah pemerintah mengumumkan besaran pajaknya melalui pemberitaan nasional. Bukan orang kaya itu sendiri yang memublikasikan kekayaan dan gaya hidupnya. Wajar saja apabila pada dekade ’80–’90-an kehidupan pribadi para konglomerat tidak terdengar di masyarakat. Sangat berbeda sekali kondisi publisitas masa tersebut dengan era setelah 2000-an. Ketika era reformasi muncul, kesempatan untuk naik kelas makin terbuka dengan lebarnya peluang serta didukung teknologi informasi seperti internet dan berbagai model usaha.
Pamor dan Pamer
Ketika masyarakat berkembang menjadi dandy society, bagaimana cara warga masyarakat memperlihatkan eksistensinya mulai mengalami pergeseran. Di tahun-tahun sebelumnya, seseorang dikenal dan disegani masyarakat lebih ditentukan oleh reputasi dan apa yang mereka lakukan, terutama jasa mereka bagi publik. Tetapi, saat ini semua telah berubah. Seseorang sering kali bisa menempuh cara instan untuk naik kelas dan dikenal publik. Keberadaan media sosial menjadi ruang yang memungkinkan siapa pun dapat dikenal lebih luas, bahkan dalam skala yang tidak bisa dibayangkan.
Kasus naiknya pamor dua anak muda seperti Indra dan Doni adalah salah satu contoh bahwa untuk dikenal publik, yang bisa dilakukan adalah melakukan aktivitas pamer. Berbeda dengan masa sebelumnya di mana pamer merupakan hal yang ditabukan, kini justru siapa pun yang berani menampilkan eksistensi dirinya dengan memamerkan harta kekayaannya akan dipuja bagai selebriti.
Kalau berbicara idealnya, pamor biasanya dihubungkan dengan proses pembentukan kesan positif yang didapatkan dari strategi manajemen kesan. Sementara pamer lebih merupakan mekanisme yang sengaja dikembangkan seseorang untuk membuat publik takjub. Tentu cara yang dilakukan menjadi sangat artifisial, setengah matang, dan bahkan menembus wilayah yang sebetulnya terkategori kriminal. Beberapa crazy rich yang muncul secara instan adalah contoh bagaimana pamer menjadi cara bagi seseorang untuk meraih atensi publik. Di sini pamer seolah menjadi bagian dari gaya hidup yang dianggap lazim.
Istilah gaya hidup atau lifestyle sendiri dalam dunia psikologi diungkapkan kali pertama oleh Alfred Adler pada 1929. Tokoh tersebut memaknai gaya hidup sebagai sekumpulan perilaku yang mempunyai arti bagi individu maupun orang lain pada suatu saat di suatu tempat. Termasuk di dalam hubungan sosial, konsumsi barang, entertainment, dan berbusana. Dari pengertian tersebut, ada tiga unsur yang penting, yaitu perilaku bermakna, setting interaksi sosial, dan penggunaan atau kepemilikan/penggunaan barang.
Sudah barang tentu, sosok yang kaya raya akan digambarkan dengan yang bagi orang lain luar biasa, mewah, hebat, dan memiliki interaksi sosial dengan kaum elitis serta barang yang dipakai maupun digunakan bermerek dan mahal. Gaya hidup dan impian menjadi orang yang kaya raya tentunya menjadi impian banyak orang.
Bagi generasi milenial, gaya hidup kini menjadi bagian dari kehidupan dan bahkan representasi identitasnya. Apa yang ditampilkan crazy rich di media sosial dan dunia maya banyak mengilhami anak-anak muda untuk membangun dan mewujudkan impiannya. Sayangnya, cara yang dilakukan ternyata menerabas batas norma sosial, bahkan menerabas batasan hukum.
Krisis Identitas
Dengan cara instan, seorang anak muda memang dengan cepat bisa menjelma menjadi bagian dari crazy rich. Persoalannya, ketika cara menjadi bagian dari anak muda sukses ditempuh melalui koridor yang salah, yang muncul sebetulnya adalah krisis identitas. Menurut Erikson, terdapat delapan tahapan krisis yang kita alami sejak lahir (newborn) hingga dewasa (mature). Di setiap tahapan perkembangan ada tugas perkembangan kepribadian yang harus dilakukan.
Identity achievement vs identity diffusion merupakan tahapan krisis kelima yang dialami seseorang dalam rangka mencapai arah masa dewasanya (adolescence). Identity achievement muncul ketika individu mampu mengenali dan mengidentifikasikan dirinya dengan jelas sehingga keputusan dalam hidup yang akan diambil ke depannya dilakukan secara sadar dan dengan pengetahuan yang cukup.
Sementara itu, identity diffusion sering kali dimaknai sebagai kegagalan dalam krisis identitas. Krisis identitas yang terjadi dan dialami anak-anak muda yang menempuh rute instan memang tidak terelakkan. Menjadi kaya dan sukses memang tidak seperti membalik telapak tangan. Menjadi kaya adalah proses panjang yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Kita menyadari bahwa menjadi sukses adalah harapan setiap orang. Bahkan, orang tua selalu mengharapkan anaknya juga menjadi orang sukses.
Masalahnya adalah bagaimana cara yang ditempuh untuk sukses dan hidup bergelimang harta. Ketika seseorang memilih cara yang salah, jangan kaget jika yang terjadi justru krisis identitas. Menjadi kaya raya memang tidak salah dan itu menjadi hak setiap orang di negeri ini. Namun, apabila proses menjadi crazy rich harus melakukan tindakan ”cerdas” tapi tidak etis, akibatnya dapat ditanggung sendiri. Selamat menjadi kaya dan berbudi. (*)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
