
Photo
YANG membedakan varian Omicron dengan varian sebelumnya adalah adanya mutasi susunan asam amino di reseptor spike protein. Reseptor tersebut berhubungan dengan kemampuan virus untuk berikatan dengan sel tubuh manusia melalui reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 banyak didapat di sel tubuh manusia, khususnya di saluran pernapasan.
Mutasi ini terjadi sebanyak 30 susunan asam amino dan yang mengkhawatirkan adalah 15 mutasi tersebut terjadi di bagian yang sangat penting untuk berikatan dengan sel yang diberi nama receptor binding domain (RBD). Sehingga sejak ditemukan di Afrika pada November tahun lalu, WHO segera memasukkan Omicron dalam varian of concerns karena berhubungan dengan tiga hal. Yakni kecepatan penularan, berpotensi menurunkan efektivitas vaksin, dan tingginya potensi reinfeksi bagi orang yang pernah terpapar SARS-CoV-2 sebelumnya (Suresh Kumar, 2021).
Dalam hal kecepatan penularan, varian Omicron sangat cepat dibanding varian sebelumnya. Data WHO sampai akhir Januari 2022 (dua bulan setelah Omicron), didapat 772 ribu kasus Omicron yang tersebar di 127 negara. Kondisi ini lebih cepat dari varian sebelumnya (Alpha, Delta, dan Gamma) karena terjadi kenaikan eksponensial sebesar 70 persen per pekan dibandingkan varian sebelumnya yang membutuhkan beberapa bulan untuk mencapai hal yang sama.
Sedangkan potensi menurunkan efektivitas vaksin didapatkan dari penelitian bahwa Omicron tiga kali lebih berpotensi terjadinya infeksi ulang pada orang yang belum divaksin atau vaksin dua kali tanpa booster. Sehingga sangat disarankan untuk memberikan vaksin booster (vaksin ketiga), terutama untuk orang dengan komorbid seperti usia tua atau berpenyakit tertentu.
Yang ”melegakan”, derajat keparahan varian Omicron lebih rendah daripada varian Delta. Menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC), didapatkan pada pasien Omicron lebih rendah 53 persen untuk opname, lebih rendah 74 persen membutuhkan perawatan ICU, dan risiko kematian menurun 91 persen dibandingkan varian Delta (Rochelle Walensky 2022).
Di Indonesia awal Februari 2022 telah tercatat pasien Covid-19 sebanyak 2.980 varian Omicron yang menyebar di banyak provinsi. Namun, hasil sequences sebagian masih menunjukkan varian Delta. Artinya, ada beberapa varian lain yang masih menyebar di masyarakat bersamaan dengan varian Omicron. Kondisi ini akan mempersulit pemetaan karena gejala klinis hampir sama.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
