
Ilustrasi toleransi di Indonesia.
Lalu apakah kekerabatan kami rusak karena perbedaan agama? Sejauh ini yang saya lihat tidak. Kami saling menghargai dan melihat perbedaan yang ada adalah memang bagian dari kami. Jadi perbedaan agama bukan masalah bagi kami.
Orang Batak yang saya tahu bisa berdebat karena perbedaan susunan acara adat, atau perbedaan esensi adat, atau persoalan-persoalan kebudayaan lainnya. Tapi saya belum pernah menemukan orang Batak berdebat soal perbedaan agama kerabatnya.
Bahkan saya mempunyai tulang (sebutan untuk paman/abang atau adik dari ibu) yang berbeda agama. Saya harus menghormati tulang saya, karena memang begitu seharusnya. Tulang adalah seseorang yang harus dihormati bagi orang Batak.
Lalu kembali ke pelarangan ibadah di Medan. Ya, saya kaget karena selama ini saya merasa Medan sangat mirip dengan Siantar. Selain karena jarak Medan dengan Siantar hanya sekira tiga jam. Setahu saya, sejak dulu di Medan ada banyak suku, agama. dan etnis. Selama ini mereka hidup berdampingan dengan menerima perbedaan. Karena itu saya kaget bukan main ketika ada peristiwa pelarangan di sana.
Hal terakhir yang mau saya kasih tahu adalah, saya sangat yakin dan percaya bahwa pelarangan ibadah di Medan tidak dilakukan oleh agama tertentu, atau tidak mewakili agama tertentu. Karena ya itu tadi, saya sudah terbiasa berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda agama dengan saya, dan terbukti mereka semua baik.
Sampai saat ini belum pernah ada teman atau saudara yang berbeda agama melarang saya beribadah. Apalagi mengecilkan agama saya. Karena itu, saya sangat yakin bahwa agama mereka tidak begitu. Saya juga yakin dengan teman-teman yang berbeda agama masih toleransi.
Kalau nyatanya memang ada yang melarang atau mengintimidasi orang lain yang beribadah, ya itu balik lagi, manusia-manusianya yang berbuat demikian. Masa iya manusia yang berbuat, dan ketika saya keberatan dengan perbuatan mereka, lantas saya menyalahkan agamanya.
Oh iya, satu lagi, tulisan ini tidak bertujuan membuka perdebatan mengenai pelarangan ibadah. Tulisan ini lebih kepada mengingatkan bahwa toleransi antarumat beragama itu masih ada di negeri ini.
Sebaiknya memang masalah larangan ibadah tidak diperdebatkan di media sosial. Mengingat masalah pelarangan ibadah terjadi karena banyak faktor. Misalkan masalah izin yang memang harus dipenuhi, masalah aturan, dan masalah-masalah birokrasi lainnya, termasuk komunikasi dengan masyarakat sekitar yang juga harus dipenuhi. Siapapun, agama manapun, harus taat terhadap aturan itu.
Lalu, buat orang-orang Kristen yang kecewa karena adanya peristiwa tersebut, saya kasih sedikit saran. Berdoa saja dan jangan marah-marah di media sosial. Apalagi menghujat dan memprovokasi orang lain dengan komentar-komentar negatif.
Karena setahu saya, kekristenan memang tentang kasih. Siapa pun yang menyakiti kamu, ya ampuni, doakan mereka. Tidak ada yang berhak melakukan pembalasan, kecuali Tuhan.
Lagi pula jadi orang Kristen semestinya terbiasa dengan intimidasi, penolakan, caci maki, bahkan aniaya. Karena bahkan Yesus yang tak pernah berbuat dosa sama sekali, juga mengalami itu semua. Sebagian besar para rasul pun mengalami aniaya hingga hari terakhir mereka. Lalu apa iya dengan penolakan beribadah seperti yang terjadi di Medan itu, kita melupakan nilai-nilai kekristenan.
Dan pesan untuk siapa saja di luar sana yang ingin mematikan kekristenan atau ingin menekan orang-orang Kristen, saran saya sih jangan intimidasi mereka, apalagi menganiaya mereka.
Setahu saya, orang-orang Kristen sejati itu sangat terlatih dengan intimidasi, penolakan dan aniaya. Biasanya mereka kalau mendapat perlakuan semacam itu, bukannya meninggalkan kekristenan, mereka justru semakin mengakar dan semakin dekat dengan Tuhannya.
Sebaliknya, kalau mau membuat mereka jauh dari Tuhannya, ya berikan saja mereka kenyamanan, fasilitas, atau materi dan kesenangan dunia. Dengan sendirinya mereka berpaling dari Tuhannya dan lebih mencintai dunia. Biasanya begitu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
