
Guntur Soekarno
BERTAMBAH mendekat pada Pilpres 2024, para tokoh politik dari berbagai partai politik (parpol) tampaknya mulai melakukan segala macam cara untuk berhasil memenangkan calonnya pada medan laga Februari 2024. Tanda-tanda adanya pelanggaran etika di dalam kompetisi tersebut mulai tampak menyeruak. Misalnya saja peringatan Wapres Ma’ruf Amin agar menteri yang menjadi ketua umum parpol tidak meninggalkan tugas utamanya mengurusi masalah-masalah pemerintahan sebagai pembantu presiden. Seperti kita ketahui, tugas menteri adalah membantu presiden dalam mengurus urusan kenegaraan dan bukan urusan kepartaian melulu.
Di pihak lain, hampir seluruh politikus, pengamat sosial politik, bahkan masyarakat awam meributkan politik identitas yang dilakukan para bakal calon presiden (capres) dari berbagai partai atau kelompok partai. Terus terang, penulis masih mempertanyakan apa salahnya melakukan politik identitas bila dibarengi kerja nyata membangun kepercayaan masyarakat demi kepentingan bangsa dan negara.
Saat ini timbul lagi heboh mengenai Gibran Rakabuming Raka yang memakai kaus oblong dengan logo Prabowo Subianto serta bertemu dengan Prabowo di Solo. Cobalah, di dalam situasi mendekati Pilpres 2024 ini, kita berpikir dan bertindak bijak menggunakan akal sehat dan bukan emosi yang meledak-ledak. Pikirkan saja, sebagai wali kota dan tuan rumah yang baik, apa salahnya menerima dan bertemu dengan Prabowo, menteri pertahanan RI kabinet sang ayah?
Sesuai kebijaksanaan internal partai PDI Perjuangan (PDIP), terpaksalah Gibran harus mempertanggungjawabkan tindakannya di forum DPP partai. Ternyata apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Gibran menyatakan tetap setia pada peraturan internal partai dan tegak lurus melaksanakan keputusan-keputusan ketua umumnya.
Belum cukup hal tersebut di atas, muncul lagi masalah tudingan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini bermain dua kaki untuk memenangkan jagonya. Masya Allah?!? Bila memang benar presiden kita saat ini bermain dua kaki, apa salahnya?
Jokowi pada tahun 2024 tidak lagi seperti Jokowi ketika baru terpilih untuk kali pertama sebagai presiden RI. Dengan pengalamannya menjadi kepala negara selama kurang lebih sepuluh tahun, yang bersangkutan sudah berubah. Karena ditempa oleh pengalamannya, kini Jokowi berubah menjadi seorang politikus yang sangat piawai sepak terjangnya.
Jokowi kini paham benar ajaran Bung Karno yang menyatakan bahwa dalam politik, taktik boleh berubah setiap waktu asalkan tidak bertentangan dengan strategi (asas perjuangan). Begitu juga strategi, boleh berubah bila diperlukan asalkan tidak bertentangan dengan asas, dalam hal ini adalah asas Pancasila.
Jadi, dalam hal ini silakan saja sebagai taktik yang bersangkutan bermain dua kaki sepanjang tidak bertentangan dengan asas. Langkah Jokowi tersebut tidak hanya membuat khalayak bertanya-tanya hendak ke mana arah tujuan politik presiden kita ini. Bukan itu saja. Bahkan, ada kalangan petinggi internal PDIP yang bingung menghadapi ulah sang petugas partai yang satu ini.
Belum usai heboh di atas, timbul lagi kehebohan, yaitu dengan disebutkannya oleh presiden tujuh figur tokoh partai yang layak dapat dipilih untuk menjadi cawapres bagi capres. Segera saja hal tersebut menjadi viral di kalangan tokoh partai hingga pengamat sosial politik.
Benang kusut tersebut di atas seakan-akan telah membuat kalangan-kalangan tadi lupa bagaimana telah berubahnya posisi geostrategis di dunia ini. Salah satu yang menarik untuk disimak adalah bagaimana berubahnya negara utama yang konstitusinya berdasar pada Alquran dan sunah Rasul, yaitu Arab Saudi.
Dalam dekade belakangan ini, reformasi revolusioner yang dilakukan putra mahkota Muhammad bin Salman telah membuat Arab Saudi berubah wajah menjadi sebuah negara modern. Yang sangat revolusioner, diizinkannya perempuan Saudi berenang di pantai menggunakan baju renang perempuan. Luar biasa!
Selain itu, pemerintah Arab Saudi yang bekerja sama dengan Amerika Serikat sudah berhasil menerbangkan astronotnya ke ruang angkasa. Misi itu dengan roket Falcon 9 dari program SpaceX milik multimiliarder Elon Musk menuju stasiun ruang angkasa internasional ISS dan akan bermukim di sana untuk delapan hari sejak Senin, 22 Mei 2023.
Misi yang dinamakan Axiom 2 itu membawa dua astronot Arab Saudi, yakni Ali Ar-qarni dan Rayyanah Barnawi, seorang perempuan. Dalam perjalanannya ke stasiun ISS, Rayyanah Barnawi menyapa warga bumi dengan sapaan ”Assalamualaikum waalaikum warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma lakal hamdu wa syukur alhamdulillah” (Ya Allah bagi-Mu segala puji dan segala syukur. Segala puji bagi Allah SWT).
Pembaca, ini adalah kenyataan di mana di satu pihak Indonesia sedang dililit benang kusut karena akan menghadapi Pilpres 2024. Sedangkan Arab Saudi sedang dalam keadaan bersukaria karena keberhasilan dua orang astronotnya terbang menuju stasiun ruang angkasa internasional ISS. Semua itu adalah bukti berhasilnya reformasi di Arab Saudi yang dipelopori Muhammad bin Salman.
Bagaimana reformasi di Indonesia? Menurut Bung Karno, yang harus dilakukan di Indonesia adalah bukan sekadar reformasi atau reform-aksi. Tapi harus dibarengi dengan Doels aksi (aksi maksud tertinggi), yakni mewujudkan Indonesia yang sosialistis, modern, dan religius (berketuhanan Yang Maha Esa). Itulah yang harus dicapai oleh para capres/cawapres di kelak kemudian hari! (*)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
