
Gancar Candra Premananto
Oleh: Gancar C. Premananto
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama saat bulan Ramadan adalah makanan. Yakni, apa yang akan dimakan saat sahur dan berbuka. Bahkan beberapa keluarga sudah berbelanja sebelum Ramadan untuk dijadikan stok persediaan makanan. Berkaitan dengan makanan ini, maka dapat dilakukan perenungan dan pembelajaran filosofis dari makanan.
Ramadan Memberi Kesempatan Usaha Makanan Luar Biasa
Di bulan Ramadan, sangat terbuka bagi mereka yang berjiwa wirausaha untuk membuat usaha makanan baik untuk buka, sahur, maupun hampers lebaran. Perputaran uang di bulan Ramadan 2023, mencapai Rp 188,8 T naik 4,8 persen dibanding tahun lalu, dan itu hanya hasil dari perkiraan dari transaksi berbasis uang kartal, belum terhitung dengan e-money.
Dengan demikian Ramadan memberikan kesempatan bagi wirausaha untuk bersaing secara bebasa dan terbuka. Namun sebisa mungkin wirausaha muslim tidak berdagang yang terjebak pada persaingan harga. Sehingga Nabi Muhammad saw menyampaikan “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra.).
Dengan demikian Nabi mengajarkan dalam bersaing harus bisa lepas dari bersaing harga, namun pada diferensiasi produk dan layanan. Maka adalah tantangan bagi wirausaha untuk dapat menyediakan makanan berbuka dan sahur yang variatif bagi mereka yang puasa.
Makanan Menjadikan Nabi Adam As dan Siti Hawa Turun ke Bumi
Perhatian pada makanan penting karena hanya karena 1 gigitan pada buah saja, menjadikan adanya momen terpenting dalam sejarah manusia yakni turunnya Nabi Adam dan Siti Hawa ke dunia. Maka kita sebagai keturunan beliau berdua kita juga harus memperhatikan apa yang kita makan. Makanan dapat memberikan konsekuensi yang luar biasa pada hidup kita. Salah makan dapat menjadikan kita mengikuti jalan yang dipilih syetan. Al Baqarah 268 menyampaikan bahwa "Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan.”
Dari hal ini, makanan bukan hanya menjadi kebutuhan dasar manusia agar tetap eksisten, namun juga dapat menentukan posisi manusia dalam kehidupan sesudah mati. Karena makanan haram dapat membawa seorang muslim masuk ke neraka. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari bahan yang haram. Nerakalah tempat yang paling layak baginya.” (HR At Tirmizi).
Makanan Mempengaruhi Kesehatan Badan dan Mental
Kita mengenal adanya 4 sehat 5 sempurna untuk makanan yang baik untuk dikonsumsi. Beberapa makanan dipercaya harus dihindari untuk menghindari kolestrol, asam urat, peningkatan karsinogen dll. Bahkan banyak riset sudah menengarai dampak makanan pada Kesehatan otak dan mental.
Diskusi dari Harvard Medical School dalam Harvard Health Publishing diantaranya juga mengkonfirmasikan hal tersebut, bahwa makanan dengan kualitas tinggi dengan mengandung vitamin, mineral dan antioksidan akan mensubsidi otak dan menjaganya dari stress. Maka Umat Islam diajarkan untuk menjaga makanannya dengan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyib. Dimana pemaknaan thoyib tersebut dapat memiliki makna yang kualitas baik, sehat dan enak.
Makanan Dapat Membedakan Mana Majikan dan Buruh
Salah satu filosofi dari makanan adalah Majikan umumnya adalah mereka yang memberi rezeki pada pekerja/buruhnya. Dan tidak sebaliknya.maka makna makanan juga luar biasa ketika kita melihat bahwa makanan membedakan siapa majikan dan siapa pekerjanya, bahkan membedakan mana Tuhan dan mana yang hamba. Karena Tuhan tidak perlu diberi makan oleh hamba, namun sebaliknya seorang hamba sangat mengharapkan rezeki dari Tuhannya
***

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
