
Photo
DINAMIKA politik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca pemberhentian Suharso Monoarfa dari posisi ketua umum berlangsung cukup cepat. Semula Suharso dan para loyalisnya bersikukuh mempertahankan posisinya setelah mukernas 4 September lalu. Tetapi, Muhammad Mardiono yang diangkat sebagai Plt ketua umum PPP disetujui pemerintah melalui menteri hukum dan HAM.
Tentu saja, hal itu membuat kubu Suharso tidak bisa lagi banyak berkutik. Sebab, lawan sudah mendapatkan legitimasi terlebih dahulu. Namun, agaknya dia belum sepenuhnya menyerah. Setelah pintu Kemenkum HAM tertutup, Suharso yang juga menteri PPN/kepala Bappenas dikabarkan pergi menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski berbalut alasan membicarakan masalah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, ternyata Suharso juga membahas pemberhentian dirinya.
Setelah itu ada perkembangan yang dinilai positif. Suharso dan Mardiono akhirnya bertemu empat mata awal pekan ini. Dalam pertemuan tersebut, Suharso antara lain memberikan pesan agar Mardiono mampu memperjuangkan partai yang dibentuk pada 5 Januari 1973 itu agar dapat lolos ke parlemen di Pemilu 2024. Pada periode 2019–2024 ini PPP menempatkan 19 kader partainya di DPR RI.
Ada pertanyaan yang cukup menarik terkait fenomena pergantian ketua umum PPP di atas. Apakah pertemuan Suharso dan Mardiono dengan serta-merta dapat menepis adanya perpecahan internal di tubuh PPP sehingga partai tersebut tetap solid? Ataukah hal itu hanyalah bersifat sementara atau semu belaka di mana soliditas tersebut hanya terlihat di panggung depan?
Apa yang menimpa PPP agaknya cukup relevan jika dianalisis dengan teori pemikiran kelompok (groupthink) yang diintroduksi Irving Janis pada 1972 dalam karyanya, Victims of Groupthink. Teori ini biasa digunakan untuk menganalisis komunikasi kelompok atau organisasi dengan penekanan utamanya pada aspek kohesivitas.
Menurut teori groupthink, kohesivitas berkaitan dengan keinginan setiap anggota kelompok atau organisasi untuk berjalan bersama-sama dalam sebuah kesatuan sehingga memiliki rasa kebersamaan. Biasanya, dalam situasi ini, ada pemikiran yang dominan dari elite atau kelompok tertentu di mana semua anggota merasa harus mengikutinya.
Ketika kelompok atau organisasi menghadapi sebuah masalah, misalnya, para anggota lebih mendahulukan pemikiran dominan tersebut untuk menjaga kohesivitas. Pada saat yang sama, mereka mengabaikan kepentingan-kepentingan personal yang bisa jadi berbeda dengan pemikiran dominan tadi.
Agaknya, itulah yang terjadi pada PPP setelah Suharso diberhentikan dari posisi ketua umum dan posisinya digantikan Mardiono sebagai Plt. Ketika kemudian Mardiono diterima hampir semua pihak di internal partai, baik pada level pimpinan maupun anggota, seperti terlihat di mukernas Banten, dapat dikatakan ada kohesivitas yang cukup kuat di internal partai.
Dengan kata lain, langkah yang awalnya digagas tiga majelis di PPP, yakni majelis syariah, majelis kehormatan, dan majelis pertimbangan, tersebut dianggap sebagai pemikiran yang dominan di dalam partai yang sudah berkiprah sejak zaman Orde Baru itu. Dalam situasi seperti ini, sebagian besar pimpinan dan anggota partai ikut mendukung pemikiran dominan tersebut.
Dalam perspektif groupthink, para pimpinan dan anggota PPP tampaknya lebih mengedepankan kepentingan partai dengan menyetujui langkah di atas. Meski boleh jadi ada yang tidak menyetujuinya. Hal itu dilakukan tidak lain sebagai bentuk upaya menjaga kohesivitas internal partai, betapa pun bisa mengorbankan kepentingan personal atau kelompoknya.

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
