Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 00.36 WIB

Peningkatan Indeks Daya Saing Indonesia Harus Diimbangi Kenaikan Jumlah Saintis

Pengamat masalah kesehatan dan ekonomi, juga profesor di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Raymond R. Tjandrawinata.

Oleh: Prof. Raymond R. Tjandrawinata

Pada bulan Agustus 2023 World Competitiveness Ranking 2023 mengumumkan bahwa peringkat daya saing Indonesia naik dari rangking 44 pada tahun 2022 menjadi 34 pada 2023 dari total 64 negara di seluruh dunia. Di tengah masa pemulihan pascapandemi dan ketidakpastian global, peringkat Indonesia pada 2023 bisa mengalami peningkatan yang signifikan dari posisi tahun sebelumnya.

Pada tingkat Asia Pasifik, Indonesia berada pada posisi 10 dari 14 negara, di atas Jepang, India, dan Filipina. Hal ini tentunya berita yang sangat menggembirakan, dimana sebagian kerja dari peningkatan daya saing Indonesia tidak luput dari peran sains dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Terdapat korelasi positif yang kuat antara daya saing suatu negara dan jumlah ilmuwan yang dimilikinya. Artinya, negara-negara yang memiliki lebih banyak ilmuwan cenderung lebih kompetitif dalam perekonomian global.

Ada sejumlah contoh negara yang menjadi lebih kompetitif berkat investasi mereka di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya saja Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang merupakan negara-negara Asia yang maju karena ilmu pengetahuan dan teknologinya. Terdapat korelasi yang kuat antara daya saing suatu negara dan jumlah saintis yang dimilikinya. 

Dunia memerlukan lebih banyak saintis

Negara-negara yang ingin bersaing dalam perekonomian global perlu berinvestasi pada saintis dan insinyurnya. Para saintis berada di garis depan dalam memperluas pemahaman kita tentang alam, mulai dari partikel terkecil dalam fisika hingga seluk-beluk sistem biologis.

Semakin banyak saintis berarti semakin banyak pikiran yang berdedikasi untuk mendorong batas-batas pengetahuan dan membuat penemuan-penemuan inovatif. Di samping itu, adalah tugas saintis untuk meningkatkan daya saing suatu negara: 

  1. Mengatasi Tantangan Global: Dunia menghadapi tantangan kompleks seperti perubahan iklim, penyakit menular, dan ketahanan pangan. Para saintis berperan penting dalam meneliti, mengembangkan, dan menerapkan solusi untuk mengatasi permasalahan global ini. Peningkatan jumlah saintis dapat menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan efektif.
  2. Inovasi Teknologi: Penelitian ilmiah adalah kekuatan pendorong di balik kemajuan teknologi. Semakin banyak saintis berkontribusi pada pengembangan teknologi baru yang meningkatkan kualitas hidup kita, meningkatkan produktivitas, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
  3. Kesehatan dan Pengobatan: Bidang kedokteran sangat bergantung pada penelitian ilmiah. Semakin banyak saintis yang diperlukan dapat berkontribusi pada terobosan medis, dalam hal ini yang mengarah pada peningkatan pengobatan, diagnostik yang lebih baik, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme di balik penyakit.
  4. Konservasi Lingkungan: Dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kelestarian lingkungan, dunia membutuhkan saintis untuk mempelajari ekosistem, pola iklim, dan keanekaragaman hayati. Pengetahuan ini sangat penting untuk mengembangkan strategi melestarikan dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab.
  5. Respons Krisis: Selama krisis global seperti pandemi atau bencana alam, para saintis memainkan peran penting dalam memahami penyebabnya, mengembangkan strategi mitigasi, dan berkontribusi terhadap respons darurat. Memiliki komunitas ilmiah yang lebih besar akan meningkatkan kapasitas dunia untuk mengatasi tantangan yang tidak terduga.
  6. Dampak Budaya dan Sosial: Kemajuan ilmu pengetahuan sering kali membentuk perspektif budaya dan sosial. Lebih banyak saintis dapat berkontribusi pada masyarakat yang melek ilmiah, mendorong pemikiran kritis dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
  7. Eksplorasi Luar Angkasa: Ketika umat manusia terus menjelajahi ruang angkasa, para saintis berperan penting dalam memajukan pengetahuan kita tentang kosmos. Semakin banyak saintis yang dapat berkontribusi dalam upaya eksplorasi ruang angkasa, sehingga menghasilkan penemuan yang memperluas pemahaman kita tentang alam semesta.

Singkatnya, dunia membutuhkan lebih banyak saintis untuk mendorong inovasi, mengatasi tantangan global, dan berkontribusi terhadap perbaikan masyarakat. Saintis memainkan peran penting dalam membentuk masa depan dengan memperluas pengetahuan, mendorong kemajuan teknologi, dan menemukan solusi terhadap permasalahan yang mendesak.

Kemajuan ilmu pengetahuan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan investasi dalam penelitian ilmiah dapat mengarah pada pengembangan industri baru, penciptaan lapangan kerja, dan perekonomian global yang lebih kompetitif.

Sistem pendidikan untuk mencetak lebih banyak saintis

Persiapan untuk dunia yang lebih kompleks secara ilmiah dan teknologi membutuhkan pendidikan terbaik. Mulai di taman kanak-kanak, anak-anak harus belajar bagaimana berpikir kritis, mensintesis informasi secara akurat, dan memecahkan masalah secara kreatif.

Mereka juga membutuhkan keterampilan-fasilitas baru dengan komputer, kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan semua media yang tersedia, dan keakraban dengan sains dan teknologi yang membentuk fondasi dunia modern.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore