Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 15.30 WIB

Mewujudkan Pendidikan Unggul

Khofifah Indar Parawansa - Image

Khofifah Indar Parawansa

Tepat pada 25 November 2023, Bangsa Indonesia memeringati Hari Guru Nasional (HGN). Peringatan ini merupakan momentum untuk mengapresiasi dan menghormati jasa para guru yang telah mengabdikan diri untuk mendidik generasi penerus bangsa. Pada tahun ini, Kemendikbudristek mengangkat tema "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar". Tema ini dipilih untuk menegaskan peran guru sebagai penggerak utama dalam transformasi pendidikan Indonesia.

Dalam rangka mengapresiasi dan menghormati guru, Pemprov Jawa Timur pada 23 November 2023 menggelar Peringatan HGN di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang ini dihadiri 7 ribu lebih guru se-Jawa Timur.

Pemberian apresiasi kepada guru juga dilakukan setiap tahun melalui kegiatan GTK Creative Camp, yang pad tahun 2023 masuk tahun ke-4. Tahun 2023, kegiatan ini diikuti lebih dari 32 ribu insan pendidikan Jawa Timur, meliputi Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan. Puncak kegiatan GTK Creative Camp akan dilaksanakan pada 27-29 November 2023.

Guru adalah kunci utama dalam transformasi pendidikan. Guru berperan penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, agar menjadi generasi unggul dan berdaya saing. Guru juga berkontribusi pada pembentukan karakter peserta didik, sehingga mereka menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan berjiwa Pancasila.

Terdapat proyeksi menarik, perekonomian Indonesia pada 2030 akan menduduki peringkat terbaik ke-7 dunia (Mc Kinsey Global Institute). Kemudian, pada 2050, ekonomi Indonesia diproyeksikan berada di peringkat ke-4 terbaik dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat (Pricewaterhouse Cooper, 2017). Indeks Pembangunan Manusia Indonesia menurut UN Development Report (2022) berada pada urutan 6 di Asia dan Pasific atau urutan 114 dunia.

Pada 2030 diperkirakan dependency ratio (rasio ketergantungan antara penduduk usia nonproduktif dengan produktif) mencapai titik terendah, yakni 46,9. Artinya, jumlah penduduk usia produktif 2 kali lipat dari usia nonproduktif. Bonus demografi ini harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja serta kualitas SDM. Jika tidak, bonus demografi akan menjadi beban demografi, yang tidak kita inginkah. Di sinilah peran guru menjadi kunci. Guru menjadi tonggak utama yang menyiapkan anak-anak bangsa di masa kini agar berjaya di masa depan.

Saat ini, terdapat 4 tantangan utama bagi guru. Yang pertama, tantangan era disrupsi, yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses pembelajaran. Kedua, tantangan globalisasi. Saat ini, standar kualitas sekolah dan lulusan sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional, tetapi juga global.

Ketiga, tantangan era media sosial. Masa kini, tuntutan dan harapan masyarakat semakin tinggi. Menariknya hal ini termasuk wujud kesadaran masyarakat agar makin mencerdaskan putra putrinya. Keempat, tantangan era gig economy. Terdapat kecenderungan bahwa generasi Z dan Milenial lebih menyukai pekerjaan temporer yang fleksibel dan tidak mengikat. Fokus mereka tidak lagi pada jenjang karier, tapi pada pemenuhan identitas.

Semua tantangan tersebut harus dijawab melalui pendidikan berkualitas. Dan guru adalah faktor kunci keberhasilan itu. Sangat penting untuk berinvestasi dalam menyiakan guru professional yang mampu mendidik generasi muda menuju masa depan Indonesia lebih cerah. Melalui program Jatim Cerdas, Pemprov Jawa Timur mengambil peran besar membangun SDM unggul melalui penyelenggaraan pendidikan dengan baik. Sampai saat ini, terdapat 4 ribu lebih sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB. Kemudian, ada 100 ribu lebih guru dan tenaga kependidikan tersebar di Jawa Timur.

Pembangunan pendidikan di Jawa Timur tidak terlepas dari misi Pemprov Jawa Timur, yaitu terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang adil, sejahtera, unggul, dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif melalui kerja bersemangat dan semangat gotong royong. Selain itu, juga mengacu misi kedua, yaitu kesejahteraan yang berkeadilan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar terutama kesehatan dan pendidikan, penyediaan lapangan kerja dengan memperhatikan kelompok rentan.

Pemprov Jawa Timur berkontribusi dalam percepatan perbaikan pendidikan Indonesia, melalui peran guru. Bahkan, Jawa Timur dapat menjadi barometer kemajuan pendidikan di Indonesia, berkat prestasi yang ditorehkan.

Jawa Timur berhasil menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 3 tahun berturut-turut, sejak 2020-2022. Kemudian, juara umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 3 tahun berturut-turut, seak 2021-2023. Lalu, juara umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional tahun 2023. Juga ,juara umum Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) tahun 2022. Terbaru, Jawa Timur menjadi provinsi peringkat pertama selama 4 tahun berturut-turut dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima dalam SNMPTN/SBMPTN, 2020, 2021, 2022, dan SNBT/SNBP tahun 2023.

Semua prestasi gemilang di atas adalah hasil pembinaan para guru. Namun, jangan berpuas diri, karena perubahan dunia sangat cepat. Untuk mewujudkan pendidikan unggul, guru diharuskan mampu bertindak sebagai game changer serta memiliki karakter “IKI” (Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi).

Mari belajar dari pentingnya peran guru dalam pembangunan pendidikan di Jepang, seperti yang dilakukan Kaisar Hirohito. Ketika negaranya hancur oleh serangan bom atom Amerika Serikat, guru menjadi sosok yang pertama kali dicari. “Kumpulkan guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang, kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan”.

Selamat Hari Guru Nasional, semoga para guru di Jawa Timur dan seluruh guru di Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan kemuliaan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore