Aris Setiawan
PARADE sound system yang baru-baru ini muncul di Malang dan beberapa daerah lain adalah fenomena yang mengejutkan banyak orang. Juga viral di platform media sosial. Dalam parade itu, banyak truk besar digunakan untuk mengangkut perangkat pengeras suara dengan jumlah gigantik. Perangkat-perangkat itu kemudian digunakan untuk menghasilkan suara yang sangat keras dan menggelegar. Parade sound system semacam itu biasanya diadakan dalam rangka perayaan atau festival tertentu dan bertujuan memberi hiburan kepada masyarakat.
Namun, dengan skala yang begitu besar, fenomena tersebut mulai menuai kritik dan keprihatinan dari berbagai pihak. Meskipun acara itu dapat memberikan hiburan bagi sebagian orang, ada potensi serius untuk merusak pendengaran, mengganggu lingkungan, dan bahkan merusak bangunan akibat getaran suara yang dihasilkan.
Sensasi
Salah satu alasan utama mengapa banyak orang tertarik pada parade sound system adalah karena sensasi dan hiburan yang ditawarkan. Suara yang kuat dan bas yang menggetarkan memberi sensasi di luar kebiasaan. Masyarakat sering mencari pengalaman yang dapat memunculkan sensasi baru serta berbeda, dan parade sound system mampu memberikan hal itu dalam tingkat intensitas tinggi.
Penelitian terbaru memang menunjukkan bahwa bunyi bas (nada rendah) yang diputar berulang-ulang dapat memiliki efek stimulasi terhadap pendengarnya. Eksperimen itu dilakukan oleh para peneliti dari University McMaster, Ontario-Kanada, lewat artikel di jurnal Current Biolog yang berjudul ’’Undetectable Very-Low Frequency Sound Increases Dancing at A Live Concert’’ (2022).
Penelitian tersebut menyimpulkan, pengeras suara dengan frekuensi rendah (bisa disebut VLF) mampu memicu respons emosional dan fisik, termasuk dorongan untuk bergerak atau berjoget. Hal itu memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan memungkinkan masyarakat untuk merasa lebih terlibat dalam acara tersebut.
Karena dianggap menarik, partisipasi dalam acara-acara seperti parade sound system juga dapat menjadi bagian dari kegiatan sosial dan kultural masyarakat. Hal itu bisa menjadi momen untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, berbagi pengalaman, dan merayakan acara khusus. Dalam konteks ini, kepentingan untuk merasakan pengalaman bersama orang lain dapat lebih dominan daripada kekhawatiran akan potensi kerusakan pendengaran.
Bukan hanya suara. Tampilan visual dari parade sound system dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kendaraan-kendaraan besar yang mengangkut perangkat pengeras suara dengan dekorasi (tata cahaya dan visual) yang menarik dapat memantik perhatian dan menambah daya tarik acara. Terlebih, setiap peserta parade membawa banyak pengikut sebagai penggembira. Tak sedikit di antaranya yang memakai kostum unik, berjoget ke kanan dan ke kiri, seirama musik yang diputar.
Dampak
Salah satu dampak yang paling mencolok dari parade sound system adalah potensi kerusakan pendengaran. Suara yang dihasilkan oleh perangkat pengeras suara yang begitu besar dan kuat dapat merusak pendengaran manusia. Tanpa pelindung telinga, paparan suara semacam itu dalam jangka waktu lama dapat memicu gangguan pendengaran permanen. Ini adalah masalah serius yang perlu diperhatikan, mengingat banyaknya orang yang hadir dalam parade itu, termasuk anak-anak.
Berbagai penelitian menjelaskan bahwa paparan suara dengan tingkat desibel tinggi (di atas 80–85 db) dapat menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang, bahkan kehilangan pendengaran total. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi parade, terutama anak-anak dan lansia, paling rentan terhadap risiko itu.
Parade sound system gigantik juga berdampak serius terhadap lingkungan. Suara menggelegar dapat mengganggu kehidupan sehari-hari warga sekitar. Termasuk gangguan istirahat, konsentrasi, dan kualitas tidur. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi acara mungkin mengalami stres dan gangguan emosional akibat paparan suara berlebihan. Selain itu, hewan-hewan liar dan peliharaan dapat terganggu dan mengalami tingkat stres tinggi akibat suara yang menggelegar dan terus-menerus.
Bahkan, parade sound system gigantik berpotensi merusak bangunan di sekitarnya. Getaran yang dihasilkan oleh suara yang begitu kuat bisa merusak struktur bangunan. Dinding, jendela, dan fondasi bangunan dapat terpengaruh oleh getaran yang terus-menerus. Dan, dalam kasus ekstrem, bisa mengancam keamanan dan integritas bangunan itu sendiri. Ini seharusnya menjadi perhatian serius, terutama jika parade itu diadakan di sekitar daerah yang memiliki bangunan bersejarah atau bangunan yang sudah tua.
Tantangan Regulasi

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
