
Ahmad Dhani
JawaPos.com - Kiprah Ahmad Dhani sejak Dewa 19 berdiri memang cemerlang sekaligus kontroversial. Baik bagi rekan-rekannya di band maupun di mata khalayak luas. Dia dikenal sebagai musikus yang cerdas dalam karang-mengarang lagu dan olah musik.
Fakta itu diakui pula oleh Aksan Sjuman, mantan drumer Dewa 19 (1995-1998).
"Dhani orang yang sangat berbakat, ide musikalnya banyak, memahami inti sari musik yang dia dengar, dan sensitif terhadap kualitas suatu karya musik," kata Aksan yang saya wawancarai singkat di tengah kesibukannya di Los Angeles, Amerika Serikat, kemarin (29/1).
Perkara Ahmad Dhani lantas nyebur ke sumur-sumur lain di luar musik, itu urusan sebelah saja. Artikel ini hanya akan membahas sekelumit talentanya di dunia musik.
20 Tahun Silam
Tahun 1997 dalam sebuah konser di Stadion Sriwedari, Solo, saya berada di barisan paling depan, hampir menempel pagar pembatas. Rasanya hampir sekarat karena didesak kerumunan manusia yang bertelanjang dada.
Tersengat bau keringat dan alkohol yang konyol. Mau tidak mau, harus betah dikurung riuh massa selama sedikitnya tiga jam. Setelah sederet band pembuka menunaikan tugas mereka, giliran sang idola tampil.
Ahmad Dhani -waktu itu masih berambut gondrong- masuk ke panggung lebih dulu dengan segala wibawanya, lalu disusul personel lain dari band yang memang merajai skena industri musik Indonesia 1990-an: Dewa 19.
Girang luar biasa karena bisa menyaksikan idola secara langsung. Sederet lagu hit dibawakan Dewa 19 dari album pertama (Dewa 19) hingga yang paling gres saat itu (Pandawa Lima). Namun, jauh sebelum itu saya sudah mengagumi Dewa 19 sejak album pertama.
Karangan Ahmad Dhani, baik bersama Dewa 19 atau proyek-proyek dan besutannya yang lain, menurut saya, adalah lagu-lagu dengan kekuatan musik yang tidak sepele. Benar kata Aksan, Dhani sensitif terhadap kualitas karya musik.
Karya demi Karya
Nah, dalam artikel ini saya sengaja membedakan antara "lagu" dan "musik", setidaknya karena dua alasan. Pertama, lagu hanyalah syair yang diberi melodi, maka syair menjadi berlagu.
Sementara itu, musik adalah soal lain. Ia mencakup keseluruhan kombinasi elemen, baik lagu, aransemen, pemilihan sound dalam berbagai tafsir impresi maknanya, dan grafik dalam durasi: hidupnya musik dari intro hingga coda.
Kedua, melihat karya-karya Ahmad Dhani tidak cukup hanya berhenti di aspek "lagu". Sebab, tidak akan mengantarkan kita pada wawasan yang utuh atas suatu karangan musik dan akhirnya cenderung terjebak membahas syair-syair dalam tema/konteksnya.
Kangen (Dewa 19, 1992), siapa yang tak kenal lagu romantis itu? Kangen adalah bukti kecerdasan Dhani mengolah musik di usia yang masih sangat muda, 19 tahun. Lagu tersebut tak pernah bosan dinyanyikan sejak 1990-an hingga hari ini dan mungkin akan menjadi lagu legendaris sepanjang masa.

12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Jadwal Piala AFF U-17 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad Garuda Muda
Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
Muncul Dua Nama Terduga Pelaku Penipuan Rekrutmen ASN Pemkab Gresik, Satu Pegawai Aktif
Selain Tangkap Bupati Tulungagung, KPK Amankan Sekda hingga Kadis PUPR
Bupati Gresik Gus Yani Buka Suara soal Kasus SK ASN Palsu, Korban Rugi hingga Rp 150 Juta
7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF 2026
