
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengimbau kepada masyarakat agar jangan lagi membuat demo yang menimbulkan kerusuhan seperti 22 Mei lalu. Pasalnya, saat ini sudah tidak ada lagi kubu 01 atau 02.
"Saya imbau kepada masyarakat. Kita usahakan tidak terjadi seperti itu (rusuh 22 Mei). Sekarang tidak ada lagi kubu-kubuan," ujar Ryamizard di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (30/5).
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini tidak melarang masyarakat melakukan aksi unjuk rasa. Namun aksi itu bisa dilakukan secara damai. Tidak membuat kerusuhan sehingga semuanya merugi.
"Demo ya pakai mulut, masa pakai batu. Apalagi ke polisi. Kasihan sampai dilempari. Dia petugas enggak tahu apa-apa, kepalanya sampai bocor," katanya.
Ryamizard berharap selesai Pemilu 2019 ini masyarakat bisa bersatu. Jangan lagi ada ribut-ribut. Karena dampaknya adalah perpecahan. Sudah saatnya merajut tali persatuan.
"Untuk apa ribut-ribut. Akhirnya kita pecah karena politik, kita pecah karena pemilu. Kalau bangsa ini pecah untuk apa ada Pemilu. Masa negara demokrasi mau bunuh-bunuhan," katanya.
Lebih lanjut, Ryamizard juga meminta semua pihak untuk mengisi bulan Ramadan ini dengan memeperbanyak amal ibadah dan doa. Ketimbang ribut-ribut yang hanya membuat masyarakat pecah.
"Kalau bulan puasa melakukan yang enggak baik itu pasti itu perbuatan setan. Setelah puasa harusnya begitu juga, sudah bersih masa berbuat kotor lagi," pungkasnya.
Sekadar informasi, massa melakukan aksi dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 22 Mei. Massa terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian. Dalam bentrokan tersebut massa banyak merusak fasilitas umum. Bahkan sebuah pos polisi di kawasan Sarinah juga dibakar oleh massa.
Delapan orang dinyatakan meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi dengan aparat kepolisian. Sementara 58 korban dirawat di lima rumah sakit berbeda di ibu kota.
Setidaknya 257 perusuh di Aksi 21-22 Mei telah ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya. Adapun barang bukti yang diamankan petugas kepolisian adalah mercon, busur panah, bom molotov, dan amplop berisi uang Rp 200 sampai Rp 500 ribu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
