
Tjahjo Kumolo di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo meminta kepada anak ranting baik itu di DPC, DPD untuk bisa mendatangai Polres dan Polda seluruh Indonesia. Hal itu bertujuan supaya kader bisa meminta pelaku pembakaran bendera PDIP tersebut bisa diproses hukum.
Diketahui, pembakaran bendera PDIP itu terjadi pada saat aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Bendera berlambang banteng moncong putih itu dibaker bersama bendera PKI. Aksi itu terekam dama video berdurasi 2.33 menit yang kini viral.
"Pengurus anak ranting-ranting-DPC-DPD dan Fraksi PDIP se-Indonesia wajib menyampaikan dan mendatangi menyampaikan permintaan kepada Polres dan Polda se Indonesia untuk mengusut menangkap dam memproses secara hukum pembakar bendera partai," ujar Tjahjo kepada wartawan, Jumat (26/6).
Tjahjo yang juga merupakan MenPAN-RB ini juga menuturkan, setiap bendera partai harus dijaga kehormatannya kepada para kader. Sehingga tidak sepatutnya adanya insiden pembakaran bendera PDIP tersebut terjadi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, akan melakukan tindakan hukum terhadap pembakaran bendera partai tersebut.
"Karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDIP dengan tegas menempuh jalan hukum. Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi," ujar Hasto kepada wartawan, Kamis (25/6).
Hasto menuturkan PDIP sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera partai tersebut. Sehingga dia menduga ada yang sengaka memancing provokasi dengan pembakaran itu.
"PDIP ini partai militan, kami punya kekuatan gras roots, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi," katanya.
Hasto juga memerintahkan seluruh kader PDIP untuk tidak terprovokasi terkait pembakaran bendera tersebut. Hal itu dilakukan karena mengedepankan proses hukum yang akan dilakukan oleh partai berlogo banteng ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
