Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 18.39 WIB

Tjahjo Minta Kader PDIP Datangi Polres dan Polda Seluruh Indonesia

Tjahjo Kumolo di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos) - Image

Tjahjo Kumolo di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos)

JawaPos.com - Mantan Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo meminta kepada anak ranting baik itu di DPC, DPD untuk bisa mendatangai Polres dan Polda seluruh Indonesia. Hal itu bertujuan supaya kader bisa meminta pelaku pembakaran bendera PDIP tersebut bisa diproses hukum.

Diketahui, pembakaran bendera PDIP itu terjadi pada saat aksi penolakan Rancangan Undang-Undang  Haluan Ideologi Pancasila ‎(RUU HIP). Bendera berlambang banteng moncong putih itu dibaker bersama bendera PKI. Aksi itu terekam dama video berdurasi 2.33 menit yang kini viral.

"Pengurus anak ranting-ranting-DPC-DPD dan Fraksi PDIP se-Indonesia wajib menyampaikan dan mendatangi menyampaikan permintaan kepada Polres dan Polda se Indonesia untuk mengusut menangkap dam memproses secara hukum pembakar bendera partai," ujar Tjahjo kepada wartawan, Jumat (26/6).

Tjahjo yang juga merupakan MenPAN-RB ini juga menuturkan, setiap bendera partai harus dijaga kehormatannya kepada para kader. Sehingga tidak sepatutnya adanya insiden pembakaran bendera PDIP tersebut terjadi.

‎Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, akan melakukan tindakan hukum terhadap pembakaran bendera partai tersebut.

"Karena itulah mereka yang telah membakar bendera Partai, PDIP dengan tegas menempuh jalan hukum. Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi," ujar Hasto kepada wartawan, Kamis (25/6).

Hasto menuturkan ‎PDIP sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera partai tersebut. Sehingga dia menduga ada yang sengaka memancing provokasi dengan pembakaran itu.

"PDIP ini partai militan, kami punya kekuatan gras roots, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi," katanya.

Hasto juga memerintahkan seluruh kader PDIP untuk tidak terprovokasi terkait pembakaran bendera tersebut. Hal itu dilakukan karena mengedepankan proses hukum yang akan dilakukan oleh partai berlogo banteng ini.‎

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore