
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan pidato kebangsaan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (16/9/2022). AHY dalam pidato kebangsaannya membahas i
JawaPos.com - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim banyak pembangunan infrastruktur di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kemudian banyak diresmikan presiden Joko Widodo menuai kontroversi. Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, kritik AHY terhadap pemerintahan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur sebagai politik bunuh diri.
Sebab, infrastruktur justru selama ini jadi tulang punggung kepuasan publik terhadap Jokowi.
“Infrastruktur itu backbone politik Jokowi. Kepuasaan publik di bidang infrastruktur memuaskan. Wajah politik Jokowi itu wajah politik infrastruktur. Tak perlu ahli untuk jelaskan infrastruktur Jokowi unggul dari SBY. Mestinya kalau mau kritik bisa isu lain,” kata Adi kepada wartawan, Minggu (25/9).
Menurut Adi, serangan AHY ke pemerintah dinilai minim data. Sehingga Demokrat tampak kelimpungan menjawab serangan balik pemerintah.
“Ada kesan AHY butuh pengakuan kalau SBY juga berbuat sesuatu di negara ini, terutama di bidang insfrstruktur dengan nyerang pemerintah. Giliran diserang balik, Demokrat kelabakan tunjukkan fakta bahwa SBY lebih unggul soal infrastruktur. Terlihat peluru serangannya salah alamat dan salah isu,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu mengatakan, AHY seharusnya memilih isu lain untuk mengkritik Pemerintah, bukan justru pembangunan infrastruktur yang secara fakta jauh mengungguli SBY.
“Kalau isu yang lain mungkin bisa masuk akal. Tapi kalau infrastruktur jelas itu bunuh diri,” papar Adi.
Senada juga disampaikan Ketua Formappi Lucius Karus. Menurutnya, klaim AHY yang menyebut Jokowi hanya gunting pita dari proyek ayahnya tidak didasarkan pada fakta. Klaim tanpa data ini justru dinilai merugikan Demokrat secara elektoral.
“Klaim AHY itu justru berdampak negatif untuk dirinya. Alih-alih dengan pernyataan tersebut bisa mengangkut pendukung Jokowi ke gerbong Demokrat, tetapi dengan klaim tidak sesuai fakta itu justru mungkin akan mendapatkan antipati. Padahal Jokowi masih punya pengikut banyak sehingga banyak dari parpol dan tokoh yang melakukan pendekatan (dengan Jokowi) untuk mendapatkan efek elektoral,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam pidato pembukaan dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9), AHY menyebut Jokowi hanya meresmikan proyek infrastruktur yang sebelumnya memang sudah dijalankan pada era pemerintahan Presiden SBY.
"Jadi jelas banyak sekali proyek-proyek itu kami menyeluruh dan tidak sering kali dipublikasi. Ada yang mengatakan misal, jaman dulu enggak ada pembangunan infrastruktur nyatanya banyak," ujar AHY.
AHY menyatakan, banyak pembangunan atau proyek infrastruktur yang dibangun era SBY, tapi tidak banyak dipublikasikan.
"Kami rencanakan, persiapkan, dialokasikan anggarannya, dan dimulai dibangun sehingga banyak yang tinggal dan sudah 70 persen bahkan tinggal 90 persen, tinggal gunting pita. Setahun (pemerintahan) gunting pita kira-kira masuk akal enggak," pungkas AHY.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
