
Istimewa
JawaPos.com - Centra Initiative (CI) meluncurkan buku berjudul Keamanan Manusia: Konsepsi, Implementasi, dan Perbandingan Negara Lain. Buku itu membahas mengenai keamanan manusia di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Pasalnya, human security atau dikenal dengan keamanan manusia di Indonesia merupakan konsep yang sudah banyak mengemuka. Keamanan manusia lebih mengedepankan pendekatan pentingnya perlindungan rasa aman manusia untuk bebas dari ketakutan (freedom from fear) dan bebas dari kemelaratan (freedom from want).
Ketua Badan Pengurus Centra Initiative, Al Araf secara konsep, keamanan manusia menjadi alternatif pendekatan di banyak negara. Pendekatan keamanan manusia meletakkan aktor keamanan nonmilter untuk berperan besar dalam menghadapi berbagai macam ancaman yang terjadi.
"Lembaga - lembaga sipil pemerintah harus proaktif dalam melihat variasi masalah dan ancaman keamanan manusia," kata Al Araf dalam diskusi dan peluncuran buku di Sadjoe Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/11).
Pendekatan keamanan manusia, kata Al Araf, merupakan pelengkap dari diskursus keamanan yang selama ini didominasi oleh keamanana negara. Selama ini pendekatan keamanan negara dalam melihat isu keamanan seringkali berdampak pada terjadinya penggunan kekuatan koersif yang berlebihan, sehingga terjadi kekerasan dan pelanggaran HAM seperti di Papua.
"Konsep keamanan manusia mengisi ruang kosong yang dapat diletakkan sebagai pelengkap atas teori keamanan," katanya.
Dijelaskannya, keamanan manusia memperbaiki pendekatan keamanan yang seringkali represif. Keamanan manusia melengkapi pendekatan pembangunan yang rentan terhadap kondisi eksternal, seperti bencana, pandemi, atau konflik berskala besar.
"Keamanan manusia melengkapi pendekatan hak asasi manusia yang secara konsep seringkali ditolak oleh perangkat negara," tuturnya.
Di Indonesia, keamanan manusia belum begitu banyak diketahui. Hal itu hanya lumrah didiskusikan dalam ruang-ruang akademis yang terbatas pada diskusi internasional. Sebagai sebuah konsep besar yang dapat menjawab tantangan situasi khusus, seperti konflik bahkan pandemi, keamanan manusia sangat jarang dilirik.
Ketiadaan rujukan yang komprehensif mengenai hal ini mungkin menjadi salah satu sebabnya. Karena itu, Centra Initiative memandang pendekatan keamanan manusia relevan diberlakukan di Indonesia dengan pertimbangan human security menempatkan aktor nonpertahanan atau militer lebih dominan untuk masuk ke wilayah keamanan dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Artinya, lanjut Al Araf, isu keamanan tidak lagi menjadi wilayah militer, tetapi hajat orang banyak yang harus terus-menerus dikawal dan diawasi.
"Keamanan manusia menempatkan kajian-kajian keamanan menjadi milik publik dan tidak eksklusif hanya menjadi milik aktor militer atau keamanan, yang seringkali melupakan prinsip-prinsip kebebasan sipil, demokrasi, dan hak asasi manusia," pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
