JawaPos Radar

Pilpres 2019

Bantah Tudingan PSI, Fadli Zon: Yang Jelas Bukan Dari Sawit

24/09/2018, 13:48 WIB | Editor: Kuswandi
Fadli Zon
Fadli Zon saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Koalisi Indonesia Adil Makmur telah menyetorkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) sebesar Rp 2 Miliar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dana ini diketahui berasal dari urunan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Namun belakangan ini, dana sebesar Rp 2 miliar itu dikritik oleh Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Raja Juli Antoni. Menurutnya, dana sebenarnya mungkin saja ada di sebuah 'kardus'.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon membalas ucapan yang dilontarkan oleh Antoni. Dia bilang, rivalnya itu berhenti untuk mencari sensasi.

"Nah itu cari-cari sensasilah partai-partai seperti itu cari-cari sensasi, supaya dapat recognize saya enggak perlu membantah. Yang jelas (dananya) bukan dari sawit gitu," balas Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/9).

Dia menyebutkan, dana yang disetorkan oleh koalisinya baru permulaan. Nantinya akan ada sejumlah dana lagi yang akan disetorkan oleh Prabowo-Sandiaga.

"Namanya dana awalkan, tentu seiring dengan perkembangan itu akan ada update dan nanti diujungnya akan ada laporan akhir," ucapnya.

Di sisi lain, dirinya mengaku penggalangan dana yang dilakukan oleh Prabowo-Sandi merupakan pendidikan politik yang bagus. Sebab, dalam negara demokrasi maju, partisipasi publik dalam berpolitik merupakan hal yang penting.

"Amerika misalnya memang membuka sumbangan bagi masyarakat ada yang nyumbang satu dolar 5 dolar 100 dolar, ada 200 dolar. Nanti ujungnya akan di audit," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni mempertanyakan kenapa dana kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar Rp 2 miliar. Atau hanya sekadar dicocok-cocokan dengan nomor urut mereka.

Menurut Antoni, angka Rp 2 miliar ini terasa aneh bagi rakyat. Mereka tiap hari bicara kemiskinan tapi keduanya sebenarnya 'tajir melintir'.

"Harta mereka naik signifikan tahun-tahun terakhir. Menurut LHKPN kekayaan Prabowo Rp 1,9 triliun dan Sandi Rp 5 triliun," ujar Antoni kepada JawaPos.com, Senin (24/9).

Oleh sebab itu, wajar apabila rakyat bertanya-tanya, kenapa dana kampanye Prabowo dan Sandiaga hanya Rp 2 miliar. Lalu dana lain mereka simpan di mana.

"Apa diisimpan di dalam kardus-kardus lain seperti yang pernah disangkakan Andi Arief (Wasekjen Partai Demokrat)," katanya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up