
Fadli Zon saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu
JawaPos.com - Koalisi Indonesia Adil Makmur telah menyetorkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) sebesar Rp 2 Miliar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dana ini diketahui berasal dari urunan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Namun belakangan ini, dana sebesar Rp 2 miliar itu dikritik oleh Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Raja Juli Antoni. Menurutnya, dana sebenarnya mungkin saja ada di sebuah 'kardus'.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon membalas ucapan yang dilontarkan oleh Antoni. Dia bilang, rivalnya itu berhenti untuk mencari sensasi.
"Nah itu cari-cari sensasilah partai-partai seperti itu cari-cari sensasi, supaya dapat recognize saya enggak perlu membantah. Yang jelas (dananya) bukan dari sawit gitu," balas Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/9).
Dia menyebutkan, dana yang disetorkan oleh koalisinya baru permulaan. Nantinya akan ada sejumlah dana lagi yang akan disetorkan oleh Prabowo-Sandiaga.
"Namanya dana awalkan, tentu seiring dengan perkembangan itu akan ada update dan nanti diujungnya akan ada laporan akhir," ucapnya.
Di sisi lain, dirinya mengaku penggalangan dana yang dilakukan oleh Prabowo-Sandi merupakan pendidikan politik yang bagus. Sebab, dalam negara demokrasi maju, partisipasi publik dalam berpolitik merupakan hal yang penting.
"Amerika misalnya memang membuka sumbangan bagi masyarakat ada yang nyumbang satu dolar 5 dolar 100 dolar, ada 200 dolar. Nanti ujungnya akan di audit," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni mempertanyakan kenapa dana kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar Rp 2 miliar. Atau hanya sekadar dicocok-cocokan dengan nomor urut mereka.
Menurut Antoni, angka Rp 2 miliar ini terasa aneh bagi rakyat. Mereka tiap hari bicara kemiskinan tapi keduanya sebenarnya 'tajir melintir'.
"Harta mereka naik signifikan tahun-tahun terakhir. Menurut LHKPN kekayaan Prabowo Rp 1,9 triliun dan Sandi Rp 5 triliun," ujar Antoni kepada JawaPos.com, Senin (24/9).
Oleh sebab itu, wajar apabila rakyat bertanya-tanya, kenapa dana kampanye Prabowo dan Sandiaga hanya Rp 2 miliar. Lalu dana lain mereka simpan di mana.
"Apa diisimpan di dalam kardus-kardus lain seperti yang pernah disangkakan Andi Arief (Wasekjen Partai Demokrat)," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
