
Photo
JawaPos.com - Kewenangan MPR diaggap masih sangat lemah dibanding kewenangan pemerintah. Pernyataan itu diungkapkan oleh Anggota MPR RI fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay.
"Tidak hanya MPR. Kalau menurut saya DPR juga posisinya masih sangat lemah jika dibandingkan dengan posisi pemerintah," ujar Saleh dalam diskusi bertajuk 'Mekanisme Check and Balances Lembaga Negara', yang digelar oleh MPR RI di Media Centre Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).
Saleh juga menjelaskan, kelemahan posisi MPR, satu di antaranya mengenai anggaran. Karena menurutnya posisi pemerintah berperan penting dalam menentukan anggaran, termasuk anggaran untuk MPR (DPR dan DPD, red).
DPR juga, lanjut Saleh, nantinya hanya bisa menerima usulan dari pemerintah. Jika nantinya DPR mengkritisi pemerintah, tekanan biasanya datang dengan bentuk pemangkasan anggaran yang diberikan untuk lembaga legislatif itu.
"Jadi bisa dilihat posisi lemahnya posisi DPR ini dari sisi anggaran karena yang menentukan anggaran di DPR dan MPR ini dan juga DPD itu adalah pemerintah, dan kita tidak punya kekuasaan apa-apa untuk itu," jelasnya.
Selain itu, Saleh melihat lemahnya kewenangan MPR terlihat saat mengkritik kebijakan pemerintah. Menurutnya, tekanan akan datang apabila anggota DPR telalu keras mengkritik pelaksanaan undang-undang ataupun pelaksanaan anggaran.
"Jika DPR, MPR dan DPD terlalu mengritisi pelaksanaan undang-undang maupun soal pelaksanaan APBN dan lain sebagainya, bisa jadi ini akan ditekan oleh pemerintah pada pembahasan anggaran berikutnya," katanya.
Lebih lanjut, Saleh mengatakan, kini MPR tengah melakukan otokritik terhadap apa yang dialaminya, termasuk tugas, fungsi dan kewenangannya. Karena itu banyak yang harus dilakukan demi perubahan yang lebih baik.
"Kebetulan saya termasuk kelompok pengkajian MPR. Termasuk bagaimana penguatan lembaga-lembaga yang ada di MPR khusunya DPD, yang sudah sering didiskusikan agar fungsi dan kekuasannya dikuatkan," tandas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.
Sementara itu di tempat yang sama, Anggota MPR RI sekaligus Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, setuju adanya Chek and Balance di lemabaga tinggi negara. Karena, pemerintah dalam hal ini Presiden, justeru memiliki kekuasaan dan kewenangan yang melebihi lembaga-lembaga tinggi negara seperti MPR, DPR dan DPD.
"Memang kita ini kan sistem Presidensial, jadi terlihat betul pemerintah atau Presiden jauh lebih berkuasa. Karena itu harus ada check and balance. Sehingga bisa tercipta kewenangan dan kekuasaan yang balance," ujar Nono
Nono menjelaskan, chek and balance adalah tentang pembagian kekuasaan antar kelembagaan yakni legislatif dan eksekutif. Namun menurutnya, harus tetap melibatkan dengan yudikatif.
"Jadi chek and balance itu justru ada di dalam kekuasaan itu sendiri, misalnya sebagai contoh kehakiman, dimana MA juga tidak sendiri, tapi juga ada MK dan KY, ini contoh," tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
