
Caption: Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketum NasDem Surya Paloh, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan politikus senior Golkar Jusuf Kalla di acara pernikahan anak Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Sugeng Prawoto di J
JawaPos.com - Partai Nasdem dan PKS sampai saat ini belum menentukan calon presidennya untuk 2014. Meskipun partai Demokrat, pada saat rapimnas-nya kemarin secara tegas menyatakan akan berjuang untuk terus mengusung Ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun, ketiga partai itu pun memiliki kesamaan yakni dekat dengan Anies Baswedan.
Apalagi, diketahui elektabilitas Anies Baswedan dalam beberapa bulan terakhir disebut-sebut meningkat dari 16,3 persen menjadi 17,7 persen.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Trust Indonesia Azhari Ardinal mengatakan, hal tersebut dipertegas dengan adanya pertemuan-pertemuan formal dan informal ketiga partai politik tersebut.
"Padahal jika dilihat ketiga partai politik tersebut memiliki background dan ideologi politik yang berbeda," kata Azhari kepada wartawan, Kamis (22/9).
Bahkan, Azhari juga mengatakan, Nasdem adalah partai koalisi pemerintah (Dependen), sedangkan Demokrat dan PKS adalah partai oposisi pemerintah (Independen).
"Dengan dukungan calon presiden kepada Anies Baswedan maka NaDeSe menjadi satu-satunya Partai Politik Interdependen (bekerjasama) yang terdiri dari partai politik koalisi dan partai politik oposisi," ungkapnya.
Azhari juga mengatakan, kalau kerjasam tersebut merupakan sebuah peluang besar karena masyarakat memiliki banyak pilihan dalam menentukan calon presiden 2024. Karena itu, dengan adanya koalisi Interdependen ini, semakin mempertegas bahwa PDIP akan ditinggalkan oleh partai-partai koalisi lainnya.
"Hal ini akan terjadi jika sikap dan gaya politik PDIP terlalu elitis. Apalagi PDIP sebagai partai pemenang pemilu sikapnya tidak tegas soal kenaikan harga BBM oleh Presiden Jokowi," sambungnya.
Dikatakan Azhari bahwa PDIP selaku partai pemerintah saat ini sangat bertolak belakang dengan sikap PDIP pada saat kenaikan harga BBM di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ini sedikit banyak pasti akan menggerus suara PDIP," ujarnya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
