Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Desember 2018 | 22.58 WIB

Ajak Prabowo Taruhan, Pernyataan Wiranto Dinilai Kurang Cerdas

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menilai pernyataan Wiranto soal - Image

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso menilai pernyataan Wiranto soal

JawaPos.com - Ajakan taruhan rumah dari Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto atas pernyataan Prabowo Indonesia akan punah direspon oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Djoko Santoso. Menurutnya, tidak seharusnya Wiranto berkata seperti itu. 


Djoko menilai ucapan Wiranto tersebut tidak mencerminkan kecerdasan bangsa. Seharusnya jika tidak sepakat dengan ucapan Prabowo diselesaikan dengan dialog, sehingga mengerti terhadap makna sesungguhnya.


"Saya selaku Ketua BPN ingin berdialog, bagi orang yang sudah memiliki peradaban demokrasi itu dengan dialog bukan dengan judi. Ayo taruhan rumah, itu bukan mencerdaskan bangsa. Bukan terus tantang tantangan main judi," kata Djoko di Kopi Bos, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/12).


Djoko menjelaskan, maksud dari kata 'punah' yang disampaikan Prabowo atas keadaan bangsa yang dianggap banyak kekurangan di berbagai sektor. Bahkan dia mengibaratkan kondisi Indonesia saat ini seperti lirik lagu Ibu Pertiwi. 


"Bahwa apa yang terjadi sekarang seperti nyanyian Ibu Pertiwi. Keadaan rakyat, keadaan bangsa, kita ini adalah putra putri ibu pertiwi yang setia dan akan pulihkan ibu pertiwi tidak menangis dan merataplah," pungkasnya. 


Sebelumnya, Pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia akan punah jika dirinya kalah di Pilpres direspon oleh Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto. Ia mengaku heran dengan statemen tersebut. 


Sambil berkelakar, Mantan Panglima TNI itu menantang Prabowo taruhan rumah. Jika pernyataan mantan Danjen Kopassus itu benar terbukti, Wiranto rela memberikan rumahnya.


Namun jika sebaliknya, Prabowo harus memberikan rumahnya yang di Hambalang, Bogor kepada seniornya itu.


"Kalau sehabis Pemilu Prabowo kalah dan Indonesia tetap utuh, tidak punah, maka rumah Hambalang diserahkan kepada saya. Sebaliknya kalau Indonesia Punah maka rumah saya di Bambu Apus diserahkan ke Prabowo," ujar Wiranto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (18/12).

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore