Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Januari 2019 | 18.06 WIB

Kubu Prabowo-Sandi Takut KPU Berikan Kisi-kisi ke Petahana

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengingatkan KPU untuk tidak boleh memberikan kisi-kisi secara diam-diam kepada salah satu paslon. - Image

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengingatkan KPU untuk tidak boleh memberikan kisi-kisi secara diam-diam kepada salah satu paslon.

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mewacanakan untuk tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan panelis kepada pasangan calon pemilihan presiden di debat berikutnya. Alasannya, mereka telah banyak menerima kritik ihwal pelaksanaan debat perdana pada (17/1) lalu.


Menanggapi hal itu, Ferdinand Hutahean selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyambut baik keputusan yang telah diambil KPU. Mereka pun setuju dengan wacana tak memberikan kisi-kisi kepada pasangan calon.


"Kita sambut baik jika KPU tidak memberikan kisi-kisi kepada kedua paslon saat debat. Itu bagus dan saya setuju," kata Ferdinand saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (10/1).


Kendati demikian, Ferdinand mengingatkan KPU untuk tidak boleh memberikan kisi-kisi secara diam-diam kepada salah satu paslon. Kader Partai Demokrat ini pun mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia tengah krisis kepercayaan kepada KPU.


"Sejauh mana rakyat bisa percaya bahwa KPU akan betul betul menutup kisi kisi kepada kedua paslon? Apakah tidak akan diberikan diam-diam kepada salah satu paslon terutama kepada Jokowi Ma'ruf?," tuturnya.


Lebih lanjut, Ferdinand berharap, KPU dapat menjaga demokrasi yang baik, jujur dan adil dalam kontestasi politik lima tahunan ini. Dia tak mau, ada kecurangan yang merugikan salah satu paslon.


"Secara prinsip, kami setuju kisi kisi ditutup sepanjang KPU berani jujur dan tidak berpihak alias curang," pungkasnya.


Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) tengah mewacanakan untuk tidak lagi memberikan pertanyaan atau kisi-kisi ke capres-cawapres sebelum debat digelar. Keputusan ini diambil setelah KPU menerima kritik dan saran dari masyarakat pasca-debat pertama pilpres, Kamis (17/1).


"KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik, sehingga untuk debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada kandidat," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada wartawan, Sabtu (19/1).

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore