
RAPAT KERJA: Kepala BPIP Yudi Wahyudi menjawab pertanyaan anggota Komisi II tentang pernyataannya yang kontroversial. (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com – Rapat kerja yang digelar Komisi II DPR seolah menjadi forum untuk ”mengadili” Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi kemarin (18/2). Mantan rektor UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, itu dikritik habisan-habisan soal pernyataan kontroversialnya yang menyebut agama sebagai musuh Pancasila.
Anggota Komisi II Sodik Mudjahid menuding Yudian sengaja mempertentangkan agama dengan Pancasila. Padahal, kata dia, penyusun Pancasila adalah tokoh-tokoh bangsa yang taat beragama. ”Sehingga mungkin muncul sila pertama Pancasila tentang ketuhanan. Jadi, berhenti bikin gaduh,” kata politikus Gerindra itu.
Agung Widyantoro, anggota komisi II lainnya, meminta kepala BPIP lebih banyak bekerja daripada berbicara. Dia mengatakan, pernyataan yang menyebut agama sebagai musuh Pancasila sudah menimbulkan gaduh di tengah publik. Kondisi itu dinilai akan menjauhkan BPIP dengan masyarakat. ”Kita ingin membumikan Pancasila, tapi tindakan kita keliru. Masyarakat justru bisa menjadi anti-Pancasila,’’ tegas Agung.
Anggota komisi II lainnya, Sukamto, mempertanyakan motif pernyataan Yudian tersebut. ”Karena Anda profesor, sadar atau tidak ngomong begitu? Jika secara sadar Anda menyatakan itu, komisi II bisa mendesak presiden untuk mencopot Anda sebagai kepala BPIP,’’ tegas politikus PKB itu.
Tak ketinggalan, anggota Fraksi PDIP Johan Budi menilai pernyataan yang menyebut agama sebagai musuh Pancasila adalah salah kaprah. Pernyataan tersebut, papar dia, membuat penganut semua agama merasa tersinggung. ’’Musuh Pancasila itu ya korupsi. Bukan agama,” tuturnya.
Johan pun meminta Yudian untuk fokus dalam tugasnya sebagai kepala BPIP. Bukan mengumbar sensasi. Menurut dia, pernyataan yang keluar dari pejabat publik pasti menjadi konsumsi publik. Apalagi jika statemen tersebut menimbulkan polemik. ”Bapak lebih fokus pada tugas sebagai kepala BPIP saja. Tugasnya adalah memberikan laporan kepada presiden karena mandatnya begitu,’’ tegas Johan.
Menanggapi ”kemarahan” para wakil rakyat itu, Yudian pun berupaya menjelaskan maksud pernyataannya. Menurut dia, statemen tersebut tidak bermaksud menimbulkan polemik. Dia mengaku tidak mempersoalkan agama. Namun, dia menyoroti perilaku umat beragama yang berlebihan sehingga bisa menimbulkan pertentangan dengan Pancasila. Salah satunya, munculnya ekstremisme. ”Dalam konteks itulah pernyataan saya,” kata Yudian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa
Prediksi Skor Persik Kediri vs PSS Sleman: Macan Putih Diunggulkan Menang
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Alumni ITS Langsung Rebut Gelar Juara
Prediksi Skor Getafe vs Lugano: Tamu Datang dengan Modal Positif
Prediksi Skor Bournemouth vs AC Milan: The Cherries Berpeluang Perpanjang Tren Positif
Prediksi Skor Kairat vs Panathinaikos: Wakil Yunani Diunggulkan, Duel Sengit di Kazakhstan
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Prediksi OFI Crete vs Bayer Leverkusen: Tuan Rumah Terpuruk, Tim Tamu Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022