
Pegawai KPU saat mengikuti Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/3/2019). MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
JawaPos.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menyebut adannya 17,5 juta nama di daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga invalid. Misalnya saja ada pemilih yang memiki tanggal lahir sama.
Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dukcapil terkait ada 9,8 juta masyarakat yang memiliki lahir sama. Hasilnya memang semua penduduk lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya.
"Jadi data pemilih 17,5 juta (yang memiliki tanggal lahir sama) adalah wajar dan apa adanya karena regulasi atau kebijakan pencatatan sipil," ujar Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Senin (15/4).
Menurut Viryan, masyarakat yang sama tanggal lahirnya mayoritas di tanggal 1 Januari, 1 Juli dan 31 Desember.
Selanjutnya temuan di lapangan juga menguatkan , di mana dari 1.604 sampel yang diambil KPU, sebanyak 1,584 atau sekitar 98,75 persen terverifikasi faktual dan ada orangnya. Sehingga tidak invalid.
"Sementara 20 sampel atau 1,25 persen tidak ada orangnya dan telah dicoret," katanya.
Kemudian data pemilih yang memiliki usia unik juga telah diperbaiki. Kata Viryan total yang telah diperbaiki sebanyak 325.257 pemilih. Itu terdiri dari 304.782 yang memiliki usia di atas 90 tahun dan usia kurang 17 tahun sebanyak 20.475.
"Itu telah diselesaikan dengan memperbaiki terhadap kekeliruan entry elemen data dan pencoretan terjadap pemilih yang tidak memenuhi syarat," katanya.
Selanjutnya mengenai data yang diduga manipulatif oleh BPN juga telah selesai diverifikasi. Viryan mengatakan verivikasi ini baik secara pengolahan data maupun faktual. Hasilnya adalah terdapat data valid namun BPN keliru mengelompokannya.
"Ada juga data diduga invalid dan menipulatif itu pemilihnya ada namun terjadi kekeliruan dalam proses entry oleh jajaran KPU di lapangan. Seperti entry data NKK (nomor kartu keluarga) di Majalengka, Banyuwangi dan itu semua telah diperbaiki," ungkapnya.
Selanjutnya data pemilih yang diduga ganda saat BPN BPN menyerahkan sebanyak 3.165.093 ke KPU hasilnya adalah, data ganda hanya sebanyak 213.892 data yang terduplikasi lebih dari satu kali.
"Misalnya pemilih atas nama Nurhayati yang terduplikasi dan atas nama Junaidi juga terduplikasi," ungkapnya.
Sementara ada data pemilih yang diduga mengalami kegandaan sebanyak 137.743 dengan perincian 74.464 NIK ada dalam DPTHP-2 dan 62.279 NIK. Itu tidak ada dalam DPTHP-2 yang ditetapkan oleh KPU.
"Penyelesaian akhir di 34 provinsi KPU sudah melakukan perbaikan data sebanyak 944,164 pemilih dan pencoretan data sebanyak 470.331 pemilih," pungkasnya.
Diketahui, tim IT BPN menemukan sebanyak 17,5 juta nama di DPT Pemilu 2019, invalid. Dari jumlah itu, ada 9,8 juta nama yang memiliki tanggal lahir sama, ada nama dalam DPT yang terbukti tidak memiliki KTP elektronik, bahkan ada nama dalam DPT yang memiliki NIK sama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
