
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) saat menerima kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/7/18). Pertemuan antara SBY dengan Zulhas bertujuan untuk membahas rencana koalisi di Pilpres 20
JawaPos.com - Koalisi Adil Makmur yang diisi oleh parpol pendukung Prabowo - Sandi dikabarkan sudah retak. Bahkan, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengaku sudah mengikhlaskan PAN dan Partai Demokrat keluar dari koalisi.
"Kami tidak akan pernah melarang-melarang. Bagi yang ingin bertahan maupun yang ingin pindah silakan. Karena itu haknya koalisi. Kami menghormati apa pun keputusan dari teman-teman koalisi," ujar Andre saat dihubungi, Selasa (14/5).
Namun demikian, Andre berharap bila nantinya PAN dan Demokrat tidak bersama dengan koalisi. Maka perlu menjunjung tinggi etika yang ada. Misalnya, saat akan memilih berpisah maka sudah sewajarnya memberitahu lebih dulu.
"Prinsipnya datang tampak muka, pergi tampak punggung. Anda mau pindah kami hormati. Tapi bergabung baik-baik, pisahnya juga baik-baik. Pamitan dulu lah," kata politikus Gerindra itu.
Diketahui, akhir-akhir ini muncul kabar yang menyebukan, dua partai itu akan bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin lantaran adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PAN Zulikifli Hasan, dan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mempersilakan apabila nantinya dua partai tersebut bergabung. Intinya adalah punya visi misi besar untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin ke depan.
"Ya tentu saja welcome selama bergabung kalau memang punya kemampuan meyukseskan pemerintahan 2019-2024," kata Cak Imin.
Namun demikian, Cak Imin mengaku sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai dua partai itu bakal bergabung. Sehingga perlu ada dialog lebih dahulu, apakah partai lain bisa menerimanya.
"Ya semua kan bisa dibicarakan (PAN dan Demokrat bergabung ke koalisi). Sampai saat ini belum ada pembicaraan sama sekali," katanya.
Terpisah, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan dua partai itu buka peluang bakal meninggalkan Prabowo karena adanya keinginan yang didapat di 2019, misalnya soal jatah kursi menteri.
"Berpoitik itu untuk mendapatan kekuasaan. Oleh karena itu jika partai yang kemarin kalah dan menyebrang itu adalah hal yang wajar. Memang yang menang perlu merangkul yang kalah, dan yang kalah juga membutuhkan yang menang," katanya.
Ujang juga menilai, menjelang proses pengitungan KPU rampung. Partai-partai pendukung Prabowo-Sandi sudah jalan sendiri-sendiri. Contohnya adalah Demokrat dan juga PAN.
"Ingat kalau menjadi oposisi ini harus siap menderita, harus siap susah. Ini persoalannya PAN dan Demorat siap untuk itu," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
