Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Maret 2019 | 08.56 WIB

Program Kartu Prapekerja Dinyinyirin, Misbakhun Tantang Kubu Prabowo

Legislator Golkar Mukhamad Misbakhun menantang kubu Prabowo-Sandi yang dianggapnya nyinyir dengan program kartu prapekerja. - Image

Legislator Golkar Mukhamad Misbakhun menantang kubu Prabowo-Sandi yang dianggapnya nyinyir dengan program kartu prapekerja.


JawaPos.com - Legislator Golkar Mukhamad Misbakhun mendukung penuh langkah Presiden Joko Widodo yang akan mengeluarkan kartu Prapekerja. Program itu dinilai akan menjadi terobosan penting. 


“Kartu Prakerja itu adalah program Pak Jokowi sebagai capres 2019 - 2024. Kalau dikaitkan dengan APBN memang programnya belum ada pada tahun ini," ujar Misbakhun yang merupakan


Influencer Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf) itu.


Menurutnya, program itu akan menjadi rencana kerja pemerintah untuk tahun 2020 ketika Pak Jokowi memimpin untuk periode kedua.


Dijelaskan Anggota Komisi XI DPR itu, kartu Prakerja adalah program untuk pencari kerja, karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), ataupun pekerja yang membutuhkan pelatihan.


"Program itu tak melulu soal pemberian uang bagi pencari kerja. Sebab, bentuknya bisa pelatihan vokasi untuk pencari kerja ataupun pegawai yang terkena PHK tapi ingin berwiraswasta," jelasnya. 


Melalui pelatihan vokasi, kata Misbakhun, pencari kerja ataupun pekerja bisa meningkatkan keterampilan dan kompetensi. Karena pelatihan vokasi ini akan menjadi bekal bagi angkatan kerja untuk meningkatkan skillnya.


"Tujuannya agar para pencari kerja siap untuk memasuki dunia kerja atau membuka usaha," ujar Misbakhun.


Selain itu, lanjut Misbakhun, melalui Kartu Prakerja maka pencari kerja akan dicarikan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya (link and match).


"Nantinya penerima Kartu Prakerja adalah warga negara Indonesia (WNI) pencari kerja atau calon wirausaha dengan usia minimal 15 tahun, termasuk yang sedang membangun perusahaan rintisan (start-up)" jelasnya.


Lebih lanjut, kata Misbakhun, nantinya bagi pekerja akan diberikan insentif pengganti upah selama menjalani pelatihan atau sertifikasi. Melalui program ini ditargetkan ada 2 juta peserta pelatihan yang akan memasuki lapangan kerja pada 2020.


"Program ini sangat realistis untuk mengatasi pengangguran dan menyiapkan tenaga kerja terampil siap pakai," pungkasnya.


Selain itu, ia juga mengkritik pihak-pihak yang bersikap nyinyir terhadap program Kartu Prakerja yang digulirkan Jokowi selaku calon presiden petahana. Bahkan, Mantan pegawai Kementerian Keuangan itu menantang kubu Prabowo - Sandi untuk menggulirkan konsep yang lebih baik dalam menekan angka pengangguran. 


“Pak Jokowi punya tawaran nyata untuk menekan angka pengangguran. Kalau penantangnya tak punya ide, ya jangan nyinyir,” pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore