JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pengamat: Pidato Ketum PSI Jadi Cambuk Buat Partai Lain

14 Maret 2019, 18:03:33 WIB
Grace Natalie
Pidato Ketua Umum PSI, Grace Natalie dinilai sebagai kritikan konstruktif bagi partai-partai lain. (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - ‎Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie harus dijadikan introspeksi bagi partai lain. Apa yang disampaikan Grace sejatinya sebuah kritikan konstruktif.

Hal itu dikatakan Pengamat politik dari The Indonesian Institute, Arfianto Purbolaksono. Menurut Anto, pidato Grace harus menjadi cambuk bagi semua partai politik lain untuk mereformasi diri.

"Partai Politik harus merubah kebiasaan lama dengan sesuatu hal baru," ujar Anto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (14/3).

Anto menilai, pidato ini ditujukan ke semua partai politik. Baik nasionalis maupun yang bercorak agama. Menurut Anti, harus disadari saat ini terjadi penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik.

"Partai politik belum secara optimal menjalankan fungsi-fungsinya. Kritikan Grace yang tajam dalam pidatonya, seakan menyentak ke-khusyu-an elite politik ketika menikmati hiruk pikuk Pemilu 2019," jelas dia.

"Dengan lantang Grace berani mempertanyakan peran partai politik yang telah mapan (khususnya partai nasionalis) terkait kepentingan nasional. Dua di antaranya adalah menjaga persatuan dan menjamin wakil rakyat yang berkualitas dan anti korupsi," lanjut dia.

Anto menambahkan, partai politik harus berubah dengan memperkuat kelembagaan. Hal itu dilakukan supaya dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai institusi demokrasi dengan optimal.

"Sehingga partai politik dapat berkontribusi menghasilkan kebijakan publik yang berkualitas untuk kepentingan rakyat," ungkapnya.

Anto menyatakan, persoalan mendasar dari partai politik di era reformasi adalah tidak eratnya hubungan antara ideologi dengan arah gerak partai. Lemahnya pengaruh ideologi dalam arah gerak menyebabkan partai politik bergerak tanpa nilai dan berjalan pragmatis.

"Partai hanya dijadikan kendaraan politik, untuk meraih jabatan publik. Seharusnya ideologi menjadi ruh partai politik," beber Anto.

Karena itu partai merupakan satu-satunya pihak yang dapat menerjemahkan kepentingan dan nilai masyarakat. Yakni melalui legislasi dan output-nya adalah kebijakan publik.

"Hal ini tentunya dapat mereka lakukan setelah mereka mendapatkan posisi dalam parlemen daerah maupun nasional," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melakukan pidato politik di Medan, Senin (11/3). Dalam pidatonya, Grace mempertanyakan sikap para partai nasionalis tentang sikap anti korupsi dan toleransi yang tampaknya belum diimplementasikan‎.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Gunawan Wibisono

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini