
Kotak suara Pemilu 2019 hasil pemungutan suara yang dikumpulkan di PPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pilpres 2024 dihadapkan dengan tantangan para golput. Mengantisipasi rendahnya partisipasi pemilih, maka masyarakat mesti diberi pilihan alternatif untuk calon presiden (capres).
Menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, capres alternatif adalah tokoh-tokoh yang mewakili masa depan bangsa, ahli dalam bidang tertentu, memiliki semangat antikorupsi, serta memiliki konsep dan strategi membuat negara ini menjadi lebih baik.
“Seperti Jimly Asshiddiqie. Beliau mantan Ketua MK, tokoh yang secara rasional dan empiris bisa diterima. Ada juga Ilham Akbar Habibie. Memang mereka belum terlalu terkenal, tapi punya darah pemimpin. Selain itu, Ilham sangat ahli di bidang teknologi” ujar Jerry di sela-sela diskusi publik digelar Komite Pemilih (TEPI) Indonesia di Manado (8/9).
Disksi yang bertajuk “Capres Alternatif, Mengapa Tidak?” itu turut diikuti Koordinator TEPI Indonesia Jeiry Sumampouw. Menurut Jeiry, pilpres harus menjadi ajang kontestasi gagasan dan arena persaingan ide. Oleh sebab itu, wacana capres alternatif harus didukung oleh masyarakat, agar nama-nama yang muncul tidak hanya yang sudah di-branding partai politik (parpol).
"Banyak sekali figur yang memiliki prestasi, tapi kurang diperbincangkan. Karena, mereka tidak banyak beredar di media," sebutnya.
Pilihan-pilihan tokoh-tokoh alternatif itu seperti Haedar Nashir dari Muhamadiyah, Gus Yahya dari PBNU, Jimly Asshiddique, dan Ilham Akbar Habibie.
Peneliti kepemiluan PP AIPI Ferry Daud Liando menuturkan, wacana capres alternatif juga dapat menjadi terobosan untuk mencegah terjadinya golput pada pilpres 2024. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan pemilih tidak menggunakan hak pilih karena jenuh terhadap calon-calon yang tampil berkompetisi pada pemilu.
Dia berharap capres alternatif dapat memecah kebosanan publik terhadap calon yang sudah lebih dulu beredar dari parpol. "Parpol harus kembali ke jalan yang benar dengan bersifat selektif dalam menyeleksi calon," ujarnya.
Dia menyakini banyak figur-figur yang sudah teruji, tidak korup, visioner, dan nasionalis, tapi tidak diberi ruang oleh parpol untuk menjadi calon.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022