Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Desember 2020 | 06.22 WIB

Tiba di Pacitan, AHY Ikuti Prosesi Pembaretan

istimewa - Image

istimewa

JawaPos.com - Tim Gerilya Nusantara yang digelar oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya tiba di Pacitan, Jawa Timur. Daerah tempat kelahiran ayahnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Daerah itu menjadi makin spesial, karena SBY sebagai pecinta olahraga voli, mendirikan club bola voli profesional yang diberi Lavani. Keberadaanya di jagat kompetisi bola voli nasional mulai makin diperhitungkan karena menjadi rumah bagi beberapa pemain muda nasional.

Lavani juga beberapa kali menjuarai pertandingan invitasi tingkat nasional serta berkali-kali memenangkan latih tanding melawan klub-klub Pro Liga. Pencapain ini tergolong cepta karena, Lavani baru didirikan tahun 2019 di Cikeas, Jawa Barat. Lavani diambil dari frasa ‘Love Ani’ sebagai ungkapan cinta abadi pada almarhumah Ibu Ani Yudhoyono yang wafat pada tahun yang sama.

Selain pemain nasional seperti Dio Zulfikri dan Donny Haryono, mayoritas pemain Lavani datang dari berbagai daerah seperti Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.


Tahun depan, klub Lavani menargetkan bisa masuk Pro Liga. Dalam upaya mencapai target ini, seluruh pemain, pelatih dan ofisial lainnya melaksanakan pembaretan di Sentono Gentong (5/12), kawasan perbukitan 13 km dari pusat kota Pacitan. Pembaretan ini bukan sekedar gagah-gagahan.

Baret diberikan dengan bintang yang berbeda-beda sebagai penanda kompetensi bermain bola voli. Pemain baru menerima baret tanpa bintang, sedangkan pemain andalan memakai baret berbintang tiga. Dalam pembaretan pertama ini, seluruh pemain, pelatih dan ofisial lainnya berjalan kaki menanjak sepanjang 4 km dari pantai Teleng Ria untuk sampai ke puncak Sentono Gentong. Butuh waktu 1,5 jam bagi mereka untuk melintasi medan yang menantang ini.

“Mudah-mudahan semangat dan esprit de corps keluarga besar LavAni semakin
tinggi. Pembaretan ini dimaksudkan untuk menempa mereka supaya tetap sabar dan teguh dalam mencapai tujuan," kata AHY yang turut serta mengikuti upacara pembaretan ini.

Bagi AHY, filosofi pembaretan di puncak Sentono Gentong yang berlatar belakang teluk Pacitan itu adalah bahwa untuk ada di posisi puncak itu tidak mudah. Semuanya membutuhkan persiapan, kerja keras, semangat pantang menyerah dan mental yang kuat.

"Kalau kita punya semua itu, Insya Allah kita akan sampai di tujuan,” ujar AHY.

Diketahui, Sentono Gentong merupakan satu dari sejumlah wisata alam yang sedang dikembangkan Pemda Kabupaten Pacitan dengan melibatkan masyarakat setempat (participatory tourism). Dikenal juga sebagai kota Seribu Gua, Pacitan memiliki kontur alam yang unik dalam bentuk gua, pantai, bebukitan maupun wisata sejarah.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore