Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2020 | 01.27 WIB

Edison Prediksi Incumbent Bakal Banyak Menang di Pilkada

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Di sejumlah daerah, gelaran pilkada dimeriahkan dengan adanya kandidat atau calon kepala daerah petahana. Besar kemungkinan para incumbent itu bakal memenangkan pertarungan pilkada serentak 9 Desember nanti.

Pengamat Politik dan Peneliti Parameter Research dan Consultant Edison Lapalelo mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat calon petahana berpeluang memenangi pilkada. Diantaranya adalah para petahana itu memiliki energi tambahan melalui Do-Motion. Aspek ini tidak dimiliki para penantang.

"Pada penantang hanya memiliki BI-Motion, yang ini juga dimiliki oleh incumbent," katanya Minggu (6/9). Menurutnya peluang incumbent semakin kuat jika tetap maju dengan wakilnya. Alias tidak pecah kongsi.


Selanjutnya Edison mengatakan sejumlah faktor yang bisa mengganjal lajunya para calon petahana. Diantaranya adalah petahana mengalami kesulitan untuk menang jika memiliki masalah hukum. Kondisi ini bisa dipicu misalnya oleh gerakan secara massif yang mempersoalkan kinerja petahana selama menjadi kepala daerah.
"Persoalan itu bisa secara administrasi maupun non administrasi. Apalagi terindikasi ada tindakan korupsi atau penyalahgunaan kewenangan," tuturnya.

Menurut Edison, terlepas dari itu, keharmonisan calon petahana dengan wakilnya juga sangat berpengaruh terhadap peluang memenangkan pilkada. Sebaliknya jika pecah kongsi, bisa menjadi catatan negatif.

Di tengah potensi kemenangan yang lebih unggul, Edison menuturkan dari survei yang ada sesungguhnya para penantang masih berpeluang menang. Tentunya selama para penantang itu bisa bekerja dengan taktis.

"Artinya bahwa membutuhkan energi yang besar dan manajemen yang baik dan benar," katanya.

Jika ini bisa dilakukan, maka dapat membuka peluang bagi para penantang mengalahkan petahana. Apalagi jika para petahana tidak populer atau tidak disukai oleh rakyat. Misalnya akibat penyalahgunaan kewenangan atau memiliki masalah hukum.

Dia juga menjelaskan, para kontestan pilkada harus menyadari kenyataan bahwa pilkada tahun ini digelar dalam masa pandemi dan era demokrasi modern. Sehingga membutuhkan kejelian untuk bekerja secara masif dengan data-data yang terukur. Menurut dia di era keterbukaan informasi seperti saat ini, cara-cara konvensional masih tetap bisa diterapkan.

"Tetapi harus terstruktur, terukur, dan ujungnya menghasilkan kemenangan," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore