Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2020 | 03.34 WIB

Perludem Ungkap Alasan Masyarakat Takut Laporkan Praktik Politik Uang

Sejumlah petugas melakukan simulasi rekapitulasi secara elektronik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (25/8/2020). KPU berencana akan menggunakan rekapitulasi digital dalam Pilkada 2020 untuk me - Image

Sejumlah petugas melakukan simulasi rekapitulasi secara elektronik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (25/8/2020). KPU berencana akan menggunakan rekapitulasi digital dalam Pilkada 2020 untuk me

JawaPos.com - Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati‎ mengatakan, dalam setiap hajatan politik seperti pemilu dan pilkada pasti ada saja pihak-pihak yang melakukan politik uang. Khoirunnisa mengajak masyarakat menjauhi praktik tersebut.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkannya ke Bawaslu, meskipun dia mengakui memang banyak alasan untuk tidak melaporkannya. "Yang menjadi masalah adalah politik uang sulit untuk membuktikannya. Mungkin juga yang melaporkan khawatir. Khawatir kalau dilaporkan akan dikriminalisasi balik," ujar Khoirunnisa‎ dalam diskusi secara virtual, Sabtu (5/9).

Khourunnisa mengatakan, praktik politik uang bisa bermula saat calon kepala da‎erah tersebut ingin diusung oleh partai politik. Karena jika ingin mendapatkan dukungan, maka perlu kontribusi yang harus disetor ke partai politik.

‎"Sehingga ketika mau mencalonkan juga harus menyerahkan sejumlah uang agar bisa dicalonkan," katanya.

Selain itu, para penyelenggara pemilu juga berpotensi disusupi oleh oknum yang memberikannya uang. Akibatnya, hasil pilkada bisa diubah untuk memenangkan calon tersebut.

Oleh sebab itu, Khoirunnisa memandang, netralitas para penyelenggara pemilu benar-benar diuji saat ada hajatan serentak lima tahunan ini. ‎"Ada proses jual beli suara yang melibatkan penyelenggara pemilu. Hal ini juga banyak kita dengar cerita-ceritanya," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Khourunnisa‎ berharap semua pihak untuk menjadikan pilkada serentak ini yang berkualitas. Sehingga tidak ada praktik-praktik kecurangan yang terjadi.

https://www.youtube.com/watch?v=-E6Ol8jKsqQ

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore