
Photo
JawaPos.com - Belakang viral sebuah foto di media sosial (medsos) yang membuat geger netizen. Isinya yaitu tentang tiga skenario kemenangan koalisi Indonesia Adil dan Makmur, atau koalisi pengusung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Dalam foto tersebut dijelaskan ada tiga tahapan yang akan ditempuh kubu 02 untuk meraih kemenangan. Tahap pertama meliputi upaya-upaya jelang penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 22 Mei mendatang.
Pada tahap ini, mereka akan membuat gugatan yang diarahkan ke Bawaslu. Yakni tuntutan agar paslon 01 didiskualifikasi. Mereka akan membawa isu pengerahan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun TNI-Polri oleh kubu petahana.
Mereka juga akan membuat laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), supaya ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) dan para komisionernya dipecat. Masih di tahap pertama, BPN juga akan menginstruksikan gerakan aksi masa di 22 provinsi, termasuk aksi pendudukan KPU pada 20 Mei mendatang.
Berlanjut ke tahap kedua, yakni upaya-upaya yang akan dilakukan pada dari 22 Mei hingga Juli 2019. Pada tahap ini, BPN akan mulai melakukam mobilisasi umat untuk menjalankan people power.
Aksi ini akan dilakukan setiap tiga hari sekali. Tujuan aksi massa ini yakni agar paslon 01 didiskualifikasi. Mereka juga akan menuntut digelarnya pemilu ulang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Utara.
Berlanjut pada tahap ketiga yaitu mendelegitimasi kemenangan pasangan 01. Gerakan ini dilakukan pada 1 Agustus-Oktober 2019. Dalam tahap ini mereka akan menggunakan MPR melalui Pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 agar pasangan petahana digugurkan.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean memastikan kabar yang viral tersebut hanya fitnah. Tidak ada rencana kotor seperti itu yang dibuat oleh kubu 02.
"Wah hoax itu," ujarnya singkat saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (2/5).
Ferdinand memastikan, BPN akan tetap berada di jalur konstitusional. Semua bentuk kecurangan yang ditemui akan dibawa ke ranah yang seharusnya. Seperti melalui sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu pun memastikan BPN tak memiliki rencana untuk mengerahkan people power. "Kami tetap berada di jalur konstitusional. Tidak ada agenda BPN untuk people power," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
