Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2020 | 19.23 WIB

Alasan Nadiem Pilih Perjodohan Sebagai Nama Program Gaet Industri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim  saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan, untuk meminimalisir angka pengangguran khususnya dari satuan pendidikan vokasi, mereka akan melakukan pernikahan dengan para pelaku industri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun memberikan pencerahan, apakah yang dimaksud dengan pernikahan massal vokasi-industri, yakni adalah kerjasama konkrit antara kedua belah pihak.

"Menurut saya, itu (nama program) yang paling cocok, karena yang saya lihat selama ini tuh, mungkin cuma kencan (kerjasama sementara), PDKT saja, formalitas saja tapi belum ada yang belum benar menikah (kerjasama secara berkelanjutan)," ujarnya melalui webinar, Sabtu (27/6).

Kenapa memilih program bernama pernikahan, selain mudah diingat, alasannya adalah analogi dari pernikahan merupakan sebuah komitmen untuk menjalani hidup bersama. Di mana, dalam realitanya adalah bermaksud untuk membangun kerjasama antara vokasi dan industri.

"Pernikahan kan suatu komitmen atau janji bahwa kita akan bersama-sama, kalau bisa selama-lamanya dan kenapa kita menikah, itu kan untuk berkeluarga, untuk menghasilkan anak-anak generasi masa depan," tambah Nadiem.

Apakah kerjasama yang di maksud, jadi industri akan memberikan pengetahuan mengenai teknologi hingga proses kerja di industri, sedangkan sekolah akan memberikan sumber daya manusia yang unggul dengan menggunakan kurikulum yang diadopsi dari mitra industri. Hal tersebut pun akan membuat kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan.

"Jadi menurut saya pernikahan massal ini merupakan analogi yang tepat karena itu menunjukkan komitmen yang permanen, itu namanya baru dibilang vokasi, jadi kita harus bernikah dan beranak, jangan cuma kencan dan MoU saja," ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=XYYOimpmX78

https://www.youtube.com/watch?v=Ttt6j0l4nrc

https://www.youtube.com/watch?v=FTDuMDYXHio

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore